JM Hot News - шаблон joomla Окна

VISI Kementerian Pertanian

Kabinet Kerja telah menetapkan visi yang harus diacu oleh Kementerian/Lembaga, yaitu "Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong". Dengan memperhatikan visi pemerintah tersebut dan mempertimbangkan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, maka visi Kementerian Pertanian adalah:

Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

 

 

MISI Kementerian Pertanian

1. Mewujudkan ketahanan pangan dan gizi
2. Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Pertanian
3. Mewujudkan kesejahteraan petani
4. Mewujudkan Kementerian Pertanian yang transparan, akuntabel, profesional dan berintegritas tinggi

 

 

VISI BPTP SUMATERA UTARA

       “Sebagai Institusi Litbang Pertanian Berkelas Internasional Serta Handal Penghasil Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Sesuai Dengan Dinamika Pasar Dan Kebutuhan Pengguna Di Wilayah Propinsi Sumatera Utara”

 

MISI BPTP SUMATERA UTARA

  1. Menghasilkan dan mengembangkan inovasi-inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang diperlukan dan dimanfaatkan oleh petani, stakeholder dan sesuai dengan permintaan pasar guna mendukung pembangunan sektor pertanian wilayah,
  2. Meningkatkan percepatan diseminasi teknologi pertanian inovatif dan spesifik lokasi,
  3. Meningkatkan jaringan kerjasama dengan lembaga penelitian internasional, nasional, maupun swasta,
  4. Mengembangkan kapasitas kelembagaan BPTP dalam rangka mewujudkan pelayanan prima.

 KEBIJAKAN MUTU BPTP SUMATERA UTARA

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara berkomitmen sebagai institusi Litbang Pertanian berkelas Internasional dan handal menghasilkan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi, sesuai dengan dinamika pasar dan kebutuhan para pelanggan di wilayah Provinsi Sumatera Utara secara berkelanjutan.

Komitmen Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara diwujudkan  melalui :

  1. Tanggap terhadap perubahan dan perkembangan kebutuhan para pelanggan,
  2. Peningkatan efisiensi dan percepatan diseminasi teknologi pertanian inovatif dan spesifik lokasi kepada para pelanggan,
  3. Meningkatkan jaringan kerja sama dengan lembaga penelitian internasional, nasional, maupun swasta,
  4. Pengembangan kapasitas kelembagaan (sumber daya manusia dan infrastruktur) untuk mewujudkan pelayanan prima kepada para pelanggan.