JM Hot News - шаблон joomla Окна

Teknologi Badan Litbang Pertanian belum sepenuhnya sampai ke masyarakat. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara lain pengabdian masyarakat, diharapkan teknologi ini akan  dengan mudah sampai ke masyarakat dan dapat diadopsi dengan baik. Untuk itu, BPTP Sumatera Utara dalam melaksanakan tugasnya senantiasa berupaya untuk menggandeng institusi, lembaga maupun universitas guna mendukung penyebaran teknologi ini.

Pada tanggal 5 Juni 2013, bertempat di Aula Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), telah dilakukan penandatanganan berkas kerjasama / MoU antara BPTP Sumatera Utara dengan Universitas Islam Sumatera Utara terkait penelitian, pengkajian, pengembangan, pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penerapan (litkajibangdiklatluhrap) mendukung pembangunan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di provinsi Sumatera Utara.

Acara dihadiri oleh Bapak rektor UISU Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si., Kepala BPTP Sumatera Utara Bapak Dr. Ir. Ali Jamil, MP. Beserta peneliti dan staf pegawai, Dekan Fakultas Pertanian UISU, Pembantu Dekan I, II dan III, Ketua Program Studi beserta sekretaris, serta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara.

Menurut Dekan FP UISU, Bapak Ir. Muhammad Nuh, MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa Universitas Islam Sumatera Utara bukan hanya mengemban Tridharma Perguruan Tinggi, akan tetapi mengemban Catur Dharma UISU yakni adanya tambahan Dakwah Islamiah. Sehingga dirasakan ke depannya dengan adanya MoU maka fakultas dan BPTP Sumatera Utara akan lebih baik lagi dalam hal peningkatan sumber daya manusia.

Kepala BPTP Sumatera Utara bapak Dr. Ali Jamil, MP juga menyambut baik adanya penandatanganan MoU ini. Di awal sambutannya, beliau memaparkan layanan-layanan yang ada di BPTP Sumatera Utara antara lain laboratorium tanah dan tanaman, perpustakaan digital, Kebun Percobaan Pasar Miring dan Gurgur. Dengan adanya MoU ini, dan guna mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat maka teknologi akan tersampaikan ke masyarakat.

Rektor UISU, Bapak Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si sangat berterima kasih atas jalinan kerjasama antara BPTP Sumatera Utara dan UISU ini. Dengan adanya kerjasama ini, maka dapat mengkaji diri dan membantu untuk mengembangkan diri pada kedua belah pihak. Melalui kerjasama ini, usahakan untuk dapat membuat sistem pendidikan yang baik dan lakukan yang terbaik untuk mahasiswa.

Pesan rektor UISU agar secepatnya ada action plan setelah MoU ini. Apabila perlu, tambahkan dosen pembimbing lapangan dari BPTP Sumatera Utara bagi mahasiswa yang melakukan penelitian dengan bantuan BPTP Sumatera Utara. Untuk memperkaya konten dari Jurnal yang diterbitkan UISU ini, diharapkan peneliti dan penyuluh BPTP Sumatera Utara dapat memasukkan bahan tulisan di jurnal Agriland FP UISU.

Setelah penandatanganan MoU, dilakukan serah terima cinderamata. Kepala BPTP Sumatera Utara menyerahkan bahan-bahan media cetak kepada Dekan FP dan Rektor UISU guna menambah informasi teknologi hasil kajian Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian/BPTP Sumatera Utara.

Peserta dan Undangan

Penandatangan MOU oleh Dekan UISU dan Kepala BPTP Sumut disaksikan Rektor UISU

Penyerahan bahan cetakan BPTP Sumut Kepada  Rektor UISU

Penyerahan Plakat dari UISU Kepada Kepala BPTP Sumut


Sekitar 97 hari lalu tepatnya tgl 26 Februari 2013, telah dilakukan penanaman beberapa VUB padi di Desa Banua Gea, Kecamatan Teumberua, Kab Nias Utara oleh Bupati Nias Utara bersama Kepala BPTP Sumatera Utara dan Sekda Kabupaten Nias Utara, Kadis Pertanian Kab Nias Utarta, Camat dan Kepala Desa Banua Gea. Beberapa VUB padi dimaksud adalah Inpari 4, Inpari 10, Inpari 14, Inpari 17, Inpari 19, dan Inpari 20 sebagai bentuk pendampingan dari Program SL-PTT yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui BPTP Sumatera Utara di Kabupaten Nias Utara pada tahun 2013 ini.

Seiring berjalannya waktu, maka umru tanaman padi inipun sudah semakin menua dan pada tanggal 3 Juni 2013, telah dilakukan Kegiatan Panen Perdana VUB padi pada kegiatan Pendampingan Program SL-PTT dalam upaya pencapaian surplus beras 10 juta ton tahun 2014 oleh Bupati Kabupaten Nias Utara (Edward Zega) yang didampingi Ka BPTP Sumatera Utara (Dr. Ali Jamil), Kadis Pertanain Provinsi Sumatera Utara (Ir. M. Roem, M.Si), Sekda Kab Nias Utara (A. Hulu), Kadis Pertanian Kab Nias Utara (F. Hulu, SE), Komandan Kodim (DanDim) 0213 Nias (Letkol Inf. R. Obersyl), Kapolres Nias (Letkol Mardiaz), Kajari Nias, Ka dan Anggota DPRD Nias Utara (Rosali H), Kapolsek Teumberua, Ketua Kel Tani Sowagu A.

Panen VUB padi kali ini dilakukan sangat sederhana namun begitu meriah dan para petani sangat menaruh bahagia karena hasil panen yang sangat menggembirakan mereka dan karena hadirnya juga Bupati bersama mereka.

Hasil panen diubin langsung oleh Petugas BPS Nias (Herman, S.Sos) dan diperoleh data bahwa produktivitas Inpari 17 adalah 6,3 t/ha GKG dan Inpari 19 adalah 5,7 t/ha. Petani sangat senang melihat produktivitas sawah mereka menggunakan VUB padi seperti tersebut di atas, karena jika dibandingakan dengan kebiasaan mereka hanya bisa memperoleh maskimal 3,0 t/ha.

Pada kesempatan itu, Ka BPTP Sumatera Utara (Dr. Ali Jamil) mengemukakan kepada audiens bahwa, kegiatan display VUB padi ini dilakukan adalah salah satu bentuk pendampingan terhadap program SL-PTT padi di Kabupaten Nias Utara pada tahun 2013 ini. Ali Jamil juga menyampaikan pesan kepada para petani dan para petugas agar gabah sebagai hasil panen ini nantinya harus dijadikan benih yang harus disertifikasi oleh rekan-rekan BPSB (sudah merupakan komitmen sebelumnya di awal tanam) sehingga petani akan menjual gabahnya sebagai benih (bukan gabah konsumsi) yang dengan demikian pendapatan petani akan lebih tinggi. Jamil mengemukakan bahwa, gabah yang dipanen ini dan dijadikan benih yang masih mempunyai kelas SS yang seharusnya ditanam sebagai sumber benih kelas SS pada musim panen ke depan. Jamil juga berharap agar petani-petani ini bisa dibina sebagai petani penangkar benih khususnya padi sehingga untuk kebutuhan Nias Utara dia (Jamil) berharap bias disuplai dari petani di Banua Gea ini dan bahkan benih untuk kebutuhan  Kepulauan Nias mengingat tingginya cost yang dibutuhkan jika harus mendatangkan dari daratan Sumatera.

Pada kesempatan perhelatan ini, Bupati Nias Utara (Bapak Edward Zega) sangat mengharapkan bantuan badan Litbang Pertanian khususnya dan Kementerian Pertanian umunya termasuk dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan pertanian di Nias Utara mengingat potensi lahan yang begitu cukup luas di Nias Utara. Beliau (Bupati) juga menyinggung rencana pembangunan usaha peternakan ayam petelur maupun pedaging untuk memenuhi kebutuhan telur ayam untuk masyarakat Kab Nias Utara sejumlah sekitar 250.000 butir/hari.  Termasuk rencana penanaman jagung seluas 300 ha untuk kebutuhan pakan ternak ayam dimaksud. Demikian juga rencana pengembangan sapi berbasis integrasi Bupati Nias Utara sangat berkeinginan untuk terbangun di Nias Utara. Namun, semua renc ana dan keinginan ini beliau (Bupati) menyebutkan bahwa tidak akan bisa terealisir jika tidak ada bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat, sehingga bantuan Pemerintah Provinsi maupun  Pusat sangat beliau (Bupati) harapkan ke depan guna terwujudnya masyarakat Nias Utara yang sejahtera.

Sambutan Dari Masyarakat Sekitar dan Petani

Photo Bersama

Lahan Padi Yang Siap Untuk Dipanen

Menimbang Padi


Berbagai program untuk mendukung ketahanan pangan telah banyak diluncurkan, beberapa dekade yang lalu sudah pernah diimplementasikan melalui program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan program sejenis lainnya, namun sempat ditinggalkan. Kemudian berlanjut ke program ketahanan pangan dan gizi terpadu. Sekarang mulai dicanangkan kembali pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketersediaan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga. Hal ini menjadi dasar bagi keberhasilan pembangunan bangsa yang ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dengan ciri tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima serta cerdas.

Guna membentuk ciri sumberdaya manusia yang berkualitas tersebut, Kementerian Pertanian melalui SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) dan mitra Unilever pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2013, bertempat di Aula BPTP Sumatera Utara dilakukan Training of Trainers (TOT) Pertanian Perkotaan atau Urban Farming.

Acara ini dibuka oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Kepala Biro administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Utara Bapak Ir. Ibnu Sri Hutomo. Hadir dalam acara tersebut Kepala badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara bapak Ir. Setyo Purwadi, MM., SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang diwakili oleh Ibu Ir. Maesti Mardiharini, MSi., Ketua Pendidikan dan Kebudayaan Bhayangkari Sumatera Utara Ibu Widia Endang Hermawan dan Kepala BPTP Sumatera Utara Bapak Dr. Ali jamil, MP.

TOT Pertanian Perkotaan diikuti oleh ibu-ibu Bahayangkari, masyarakat kelurahan, dan lembaga swadaya masyarakat Come. Peserta TOT ini diharapkan nantinya akan menjadi Trainer ataupun fasilitator guna pemanfaatan lahan kritis dan lahan tidur, ruang terbuka hijau, serta lahan pekarangan di daerahnya masing-masing.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pemberian materi yang mendukung pertanian perkotaan, praktik langsung bagaimana cara menyemai dan memelihara tanaman sayuran di areal BPTP dan diakhiri dengan kunjungan lapang ke Kebun Bibit Desa di Tuntungan.

Pembukaan Acara Training of Trainers (TOT)


Pembicara dari Peneliti BPTP Sumut dan Perwakilan SIKIB

 

 


BPTP Sumatera Utara senantiasa gencar dan semangat untuk menjalin kerjasama dengan instansi ataupun institusi yang berkaitan dengan pembangunan pertanian. Universitas merupakan lembaga yang juga sangat berperan dalam pembangunan pertanian. Untuk itu, pada tanggal 24 Mei 2013 bertempat di Aula BPTP Sumatera Utara, pihak BPTP dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melakukan diskusi mengenai kerjasama antar lembaga ini.

Dalam inisiasi ini, hadir kepala BPTP Sumatera Utara Bapak Dr. Ali Jamil beserta tim Kerjasama dan Peneliti-peneliti senior, dan dari UISU hadir Dekan Fakultas Pertanian UISU bapak Ir. Muhammad Nuh, M.Si., Pembantu dekan I (Agribisnis) bapak Dian Indrawan, Pembantu Dekan II Bapak Suryana, Pembantu Dekan III bapak Ir. Mahyu Danil, Ketua Program Studi Agrotek Bapak Mahyudin D., Sekretaris Program studi agrotek Ibu Rahmi dan Bapak Arif Anwar.

Kerjasama ini bertujuan untuk :

  1. Menjalin hubungan kelembagaan antara Fakultas Pertanian UISU dan BPTP Sumatera Utara di tingkat operasional dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan inovasi teknologi dan rekomendasi kebijakan pembangunan di bidang pertanian, meningkatkan efisiensi dan percepatan diseminasi kepada para pengguna melalui konteks Spectrum Diseminasi Multi Channel (SDMC).
  2. Menghasilkan komponen, paket teknologi spesifik lokasi yang tepat guna dan atau rekomendasi hasil penelitian/pengkajian yang bermanfaat bagi pembangunan Provinsi Sumatera Utara.

Waktu pelaksanaan MoU akan direncanakan kembali dan menyesuaikan jadwal Kepala BPTP Sumatera Utara dan Rektor UISU.

Tim Universitas Islam Sumatera Utara


Ka. BPTP Sumut dan Dekan Fakultas Pertanian UISU Al-Manar


Menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat antara Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dengan Menteri Pertanian (Mentan), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) memberikan Training Of Trainers (TOT) tentang pertanian perkotaan.

TOT yang diikuti sekitar 50 orang wanita dari berbagai elemen dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provsu Ibnu Sri Hutomo, Selasa (28/5/13) diaula BPTP Sumut Jalan AH NAsution No. 1B Medan.

Kepala BPTP Sumut Dr. Ir. Ali Jamil, MP disela-sela acara TOT mengatakan, peserta yang terlibat dalam TOT tersebut terdiri dari Ibu-ibu Bhayangkari, Ibu-ibu dari 15 Rukun Warga (RW) dan dari LSM Core yang merupakan mitra dari PT.Unilever.

TOT ini menurut Dr. Ir. Ali Jamil, MP, untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang pertanian perkotaan atau pemanfaatan lahan yang sangat sempit untuk bertani demi menjaga ketahanan pangan keluarga. "Jadi dalam TOT ini kami memberikan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) dilahan yang ada. Model ini merupakan program nasional yang dilaunching Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2012 lalu".

Kemudian program tersebut disikapi oleh SIKIB yang diketuai oleh Ny Ani Yudhoyono dan membuat kesepakatan dengan Mentan dan PT Unilever untuk melaksanakan kegiatan tersebut. "Untuk Indonesia hanya ada 4 Provinsi yang terlibat didalamnya, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Disumut kegiatan ini dikerjasamakan dengan mitra PT Unilever yakni LSM Core. Tetapi sebelumnya kegiatan ini juga direspon oleh TNI atau POLRI yang ada di- SUMUT.

Dr. Ir. Ali Jamil, MP lebih jauh mengatakan, daam pengebangan MKRPL, ada 4 strata yang dilakukan untuk bertani, yakni dilahan yang sangat sempit atau kurang dari 100 Meter, lahan sempit ( 100 Meter ), atau lahan yang berukuran sekitar 400 Meter dan lahan diatas 400 M.

Namun pada prinsipnya sistem pertanian untuk lahan sempit adalah dengan menggunakan media tumbuh seperti polibek, pipa paralon, pot. Tetapi, dalam MKRPL lebih dianjurkan menggunakan media bekas, seperti kemasan minyak goreng, kantongan pelastik, botol air mineral, sabut kelapa dan lain-lain.

"Kalau ini terlaksana manfaatnya sangat besar, bukan hanya kebutuhan gizi saja yang terpenuhi, tapi peningkatan pendapatan masyarakat juga akan terjadi disamping terjaga kelestarian sumber daya genetik",

Sebelumnya Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provsu Ibnu Sri Hutomo, mengharapkan kegiatan TOT yang diikuti Ibu-ibu dari beberapa kelurahan dan Ibu-ibu Bhayangkari yang nantinya akan menjadi Trainer atau Fasilitator dikelompoknya masing-masing dapat memanfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkinuntuk menyerap seluruh teknologi yang disampaikan para peneliti dan penyuluh di BPTP Sumut.

Ketua Pendidikan Bhayangkari Sumut Ny Widia Endang Hermawan megatakan, dengan TOT ini diharapkan membuka wawasan para Ibu-ibu Bhayangkari dalammemanfaatkan lahan pekarangan yang ada. " saya kagum melihat model percontohan yang ada di BPTP ini". Kenapa kita harus menanam bunga kalau sayur mayur lebih bermanfaat bagi keluarga. Bunga hanya enak dipandang mata tapi sayur mayur bisa menghemat belanja"

Sementara Direktur Come Jenny Berutu didampingi program Manager Come Armawati Chaniago mengatakan, peserta Come yang mengikuti TOT nantinya aka menjadi pendamping bagi masyarakat lainnya yang membutuhkan pendampingan. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala BKP Sumut Setio Purwadi dan perwakilan SIKIB Mayesti Mardiharini.

 

Sumber : Medan Bisnis, 29 Mei 2013

Pembukaan Acara Training of Trainers (TOT)

Pembicara dari Peneliti BPTP Sumut dan Perwakilan SIKIB

Cara Pengolahan Tanah Yang Disampaikan Oleh Ir. Akmal, MSi

Photo Seluruh Peserta Training Of Trainer (TOT)   di BPTP Sumut


Penutupan Acara Training Of Trainers (TOT) Oleh Bapak Dr. Ir. Ali Jamil, MP