JM Hot News - шаблон joomla Окна

Sobat tani mungkin pernah mendengar tentang Produk rekayasa genetik (PRG). Rekayasa genetik ini telah diterapkan pada

berbagai produk makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Namun, tidak banyak masyarakat kita mengetahui tentang ini.

Kepala BPTP Sumut, Dr. Khadijah EL Ramija didampingi peneliti, Dr. Sri Romaito Dalimunthe, SP. MSi mengikuti seminar tentang komunikasi resiko di Lapangan Uji Terbatas (LUT) Jagung Unggul Produk Rekayasa Genetik yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU).

Ketua Biotrop menyampaikan bahwa sampai tahun 2020 hampir 29 negara telah menggunakan produk rekayasa genetik. Indonesia sebagai negara yang tinggi permintaan terhadap pakan khususnya jagung.

"Untuk menghasilkan produksi jagung yang tinggi sampai 20 ton, tidak hanya dihasilkan oleh bibit jagung yang ditanam secara konvensional, namun perlu teknologi genom", ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian USU mengatakan bahwa persoalan pangan baik yang berhubungan dengan manusia sangat dibutuhkan dalam masyarakat terutama Sumatera Utara. Beliau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini apabila bermanfaat untuk sektor pertanian.

Dalam seminar dipaparkan empat materi yaitu manfaat dan resiko produk rekayasa genetik yang disampaikan oleh Prof. Dr. Antonius Swanto, materi kedua yaitu Pengujian Keamanan Lingkungan Produk Rekayasa Genetik di LUT oleh Dr. Machmud Thohari dari Tim Teknis Keamanan Hayati, materi ketiga yaitu Pengenalan Jagung Produk Rekayasa Genetik oleh Ibu Dewi Rakhmawati dari PT Syngenta Seed Indonesia, dan materi keempat yaitu Pemaparan Teknis Pengujian di LUT oleh Prof. Dr. Edison Purba.

#jayalahpertanian
#pertanianmajumandirimodern