JM Hot News - шаблон joomla Окна

C-organik zat arang atau karbon yang terdapat dalam bahan organik merupakan sumber energi bagi mikroorganisme,

kali ini Laboratorium Balitbangtan BPTP Sumut melakukan pengujian Kadar C-Organik pada pupuk organik. Dalam proses pencernaan oleh mikroorganisme terjadi reaksi pembakaran antara unsur karbon dan oksigen menjadi kalori dan karbon dioksida (CO2).

Karbon dioksida ini akan lepas menjadi gas, kemudian unsur nitrogen yang terurai ditangkap mikroorganisme untuk membangun tubuhnya. Pada waktu mikroorganisme mati, unsur nitrogen akan tinggal bersama kompos dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Kandungan C-organik yang dipersyaratkan untuk memenuhi pupuk organik menurut Permentan No.28/Permentan/SR.130/5/2009 adalah diatas 12%.

Kegiatan Laboratorium Pengujian BPTP Sumatera pada hari Selasa kali ini adalah melakukan pengujian Kadar C-Organik pada pupuk organik. Metode yang digunakan pada pengujian kali ini adalah metode Gravimetry.  Pertama-tama sampel pupuk ditimbang ke dalam cawan porselen. Kemudian di masukkan kedalam Furnace. Sampel pupuk di abukan pada suhu 600°C selama 4 jam. Setelah itu matikan furnace dan biarkan semalaman. Keesokan harinya cawan porselen ditimbang sehingga di dapat bobot cawan dan diketahui persentase kadar C-organik pada pupuk organik.

#BalitbangtanBPTPSumut