JM Hot News - шаблон joomla Окна

Desa Suka Rende, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupatrn Deli Serdang merupakan sentra produksi jagung. Luas lahan tanaman

dan populasi ternak kambing juga lumayan banyak . Pada Tahun 2021 akan diadakan kegiatan RPIK (Riset Pengembangan Inovatif Kolobaratif) Balitbangtan, yang merupakan Program atau Kegiatan Litbangjirap Pertanian Prioritas yang ditetapkan berdasarkan kebijakan Kepala Badan Litbang Pertanian dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh UK/UPT Balitbangtan dan atau dengan melibatkan Stakeholder.

RPIK merupakan strategi penelitian pengembangan dan penerapan inovasi teknologi secara hulu – hilir, dimana pelaksanaan kegiatannya secara kolaboratif dan banyak melibatkan para pelaku terutama peneliti baik dari lingkup Balitabangtan dan kerjasama dari instansi eksternal khususnya pemerintahan daerah (Pemda). RPIK memanfaatkan pengelolaan penggunaan peralatan pertanian modern. Inovasi teknologi yang diterapkan petani secara bertahap, dari hulu ke hilir serta berkelanjutan. Oleh sebab itu keberlangsungan teknologi perlu terus dikawal sampai berhasil dan teknologi benar-benar diadopsi oleh petani dan bisa memberikan kontribusi yang besar dalam menghasilkan dan mendiseminasikan suatu teknologi inovatif.
BPTP Sumut sendiri memiliki peran dalam pelaksanaan kegiatan Analisis Potensi Biomasa VUB Jagung sebagai Sumber Pakan dan Kajian Dampak Inovasi Teknologi Pakan Dan Pendampingan Sistem Integrasi Jagung - Kambing Spesifik Lokasi.
Pada kegiatan Analisis Potensi Biomasa VUB Jagung sebagai Sumber Pakan, BPTP akan mengintroduksikan beberapa vairietas jagung hibrida salah satunya NASA-29. VUB ini dikenal dengan tongkol dua, stay green (warna daun diatas tongkol masih hijau) pada saat panen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak (untuk pengolahan pakan ternak akan dilakukan kolaboratif oleh Loka Penelitian Kambing).  Dengan adanya VUB Jagung NASA-29 diharapkan terjadinya optimalisasi lahan tanaman jagung selain penghasil produksi jagung pipil, juga sebagai penghasil biomasa sebagai pakan ternak ruminansia (bias ternak kambing, domba ataupun sapi), kemudian kotoran ternak tersebut diolah kembali menjadi pupuk kompos/organi yang akan dikembalikan lagi ke lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan tanah. Sehingga terbentuk siklus yang berkesinambungan dan diversifikasi usaha tani.
 
Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan populasi ternak kambing dengan kemandirian pakan ternak berbasis sumberdaya lokal dan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan petani. Mudahnya peternak memperoleh pakan ternak kambing dengan memanfaatkan semua potensi yang ada dilahan pertanian secara maksimal sehingga terjadi peningkatan produktivitas tanaman jagung, ternak kambing dan bahan baku lainnya secara sinergi sehingga sewujudnya kemandirian pakan dan petani sejahtera.