JM Hot News - шаблон joomla Окна

Porang tengah jadi primadona petani di Tanah Air. Padahal dulunya, tanaman porang ini hanya dianggap sebagai tumbuhan

liar di pekarangan rumah. Pohon porang kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang (porang tanaman) yang diolah jadi tepung ini banyak dicari.

Dikutip dari data yang dirilis Kementerian Pertanian, jika dijadikan sebagai tanaman budidaya pertanian, keunggulan pohon porang yakni bisa beradaptasi pada berbagai semua jenis tanah dan ketinggian antara 0 sampai 700 mdpl.

Tanaman porang juga relatif bisa bertahan di tanah kering. Umbinya atau bibit porang juga bisa didapatkan dengan mudah, sementara tanamanya hanya memperlukan perawatan yang minim.
Kelebihan lainnya, porang bisa ditanam dengan tumpang sari karena bisa toleran dengan dengan naungan hingga 60 persen.

Di Kabupaten Deli Serdang, Bapak Subiantoro merupakan KJF Penyuluh membudidayakan porang karena karena harga jual porang relatif lebih menjanjikan dibandingkan tanaman budidaya lain. Harga porang segar mencapai Rp 10.000-12.000 per kg.

Beliau menanam porang yang ditumpangsarikan dengan cabai dan mentimun serta diberi naungan dari pohon sengon dan jati.  Beliau menjelaskan bahwa selain menghasilkan keuntungan banyak, budidaya porang juga dinilai lebih mudah dibandingkan dengan tanaman lain. Hal itu bisa dilihat dari mudahnya memperoleh bibit dan pupuk untuk menyuburkan tanaman porang.

"Jika biasanya tumbuhan lain membutuhkan banyak pupuk kimia, porang tidak demikian. Pupuk yang digunakan dalam membudidayakan porang didominasi jenis pupuk organik atau pupuk kandang, namun tetap perlu ditambahkan pupuk NPK. Pemupukan minimal 3 bulan sekali dan maksimal 1 tahun sekali", ujarnya

Selain kemudahan pupuk, bibit atau benih porang juga relatif mudah didapatkan dibanding tanaman lain. Setiap panen, secara otomatis juga memanen bibit yang bisa digunakan untuk penanaman selanjutnya.

"Kalau menanam porang itu modal bibitnya hanya di awal saja. Seterusnya dapat memanfaatkan bibit katak yang ada di setiap daun porang. Dalam 1 biji katak sampai umur 2 tahun bisa mghslkan produksi katak hingga 1 kg 3 ons", jelasnya.

Selanjutnya Ibu Dr. Khadijah EL Ramija menyampaikan BPTP Sumut akan melakukan kerjasama dengan Bapak Subiantoro terkait budidaya porang.