JM Hot News - шаблон joomla Окна

Prof Hasil Sembiring memberikan informasi mengenai Layanan Konsultasi Padi (LKP), Strategi Pemenuhan HKM. Informasi pertama

yang dipaparkan oleh Prof. Hasil Sembiring yaitu tentang Layanan Konsultasi Padi (LKP). Era revolusi Industri 4.0 dicirikan dengan industri berbasis digital, ilmu komputer, internet of things (IOT) dan analisa big data.  Sektor pertanian diharapkan melibatkan teknologi digital dalam proses pengembangannya. Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.

Beliau menyampaikan bahwa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kunci keberhasilan dalam mengantarkan petani dan pelaku usaha di bidang pertanian untuk dapat sukses dan memiliki daya saing di banding negara lain dalam era industri 4.0. “Peran penyuluh sangat dibutuhkan dalam suksesnya petani Indonesia pada Era Industri 4.0 dan dituntut dapat mengusai teknologi  sehingga diharapkan transfer teknologi dan fasilitasi kepada petani lebih mudah dan lebih efisien”, ujarnya.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan oleh penyuluh adalah LKP (layanan Konsultasi Padi). LKP merupakan aplikasi berbasis Web yang dikembangkan oleh IRRI  (International Rice Research Institute) Indonesia dan PUSLITBANGTAN (BB Padi , BPTP). Aplikasi ini ditujukan untuk para penyuluh dan teknisi pertanian lainnya untuk membantu petani mengetahui rekomendasi pengelolaan sawahnya baik irigasi maupun tadah hujan secara spesifik lokasi berbasis teknologi informasi. Situs ini dapat diakses melalui https://webapps.irri.org/id/lkp.

Melalui aplikasi ini, penyuluh dapat memberikan informasi dan menjelaskan kepada petani agar mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, penggunaan benih bermutu varietas unggul spesifik lokasi, teknik pengelolaan hara/pupuk, penggunaan jaring di persemaian, tanam serentak, tidak menyemprotkan pestisida sampai 30 hari setelah tanam (HST) dan dapat meningkatkan produktivitas malalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1.

Materi selanjutnya yang tak kalah penting dan menarik dari Aplikasi LKP yaitu tentang Strategi Pemenuhan HKM dan IKK. Peneliti harus produktif dan juga harus meningkatkan kreatifitas dan inovasinya agar hasil-hasil karya kepenelitiannya bukan hanya teradminstasikan secara rapih, namun juga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Itulah sebabnya Angka Kridit Tahunan (AKT) dan Hasil Kerja Minimal (HKM) menjadi syarat mutlak bagi peneliti.
 
"Peneliti wajib memenuhi HKM untuk menduduki jenjang fungsional tertentu. Selama 4 tahun peneliti harus memenuhi HKM untuk kenaikan pangkat dalam jenjang fungsional peneliti yang sama atau untuk tetap aktif sebagai peneliti dalam jenjang yang sama (maintenance). Untuk peneliti, output yang dapat dinilai sebagai AK tahunan dan HKM adalah KTI yang sudah dipublikasikan. Penentuan kenaikan jabatan fungsional peneliti saat ini dipenuhi melalui ujian kompetensi yang harus dilaksanakan oleh peneliti.” Jelasnya.

Berikutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peneliti terkait HKM dan permasalahan yang sering muncul dalam penilaian AK.