JM Hot News - шаблон joomla Окна

PENDAHULUAN

Dari segi  jumlah, jerami padi sebagai salah satu alternatif bahan pakan ternak  untuk menyikapi kekurangan ketersediaan rumput mempunyai potensi 12-15 ton segar/hektar setiap musim panen atau 4-5 ton kering/ha/musim panen. Hasil beberapa kajian  melaporkan bahwa jerami dari limbah panen padi sawah di lahan irigasi rata-rata mencapai 17,85 ton/ha yang dapat difermentasi menjadi 2,3-3,5 ton/ha/musim panen dengan rendemen 40-50 %. Sedangkan dari segi nutrisi, jerami padi mengandung protein kasar 3-4%, lemak 1,12%, abu 19,75%, serat kasar 27,30%, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) 4019% dan lignin 7%. Rendahnya kandungan protein kasar serta tingginya kandungan lignin, menyebabkan daya cerna jerami hanya 35%. Untuk meningkatkan daya cerna jerami padi sebagai pakan ternak lakukanlah fermentasi. Hasilnya menunjukkan nilai atau daya cerna meningkat.  Fermentasi dapat menggunakan starter berbasis mikroba baik yang bersifat aerob maupun anaerob.

Informasi Lengkap Silahkan Download Disini


 

Teknologi sambung samping merupakan salah satu upaya untuk merehabilitasi tanaman kakao yang

kurang produktif sehingga produktivitasnya kembali meningkat. Kelebihan sambung samping adalah lebih muda dilaksanakan, pertumbuhan lebih cepat dan tanaman lebih cepat berbuah. Langkah-langkah

pelaksanaan sambung samping adalah sebagai berikut :

a. Memilih batang bawah dengan kriteria :

  •  Pohon kakao dewasa (umur 4-20 tahun) dan

tumbuh normal

  •  Produktivitas maupun kualitas biji rendah
  •  Bebas kanker batang

b. Memilih batang atas (entres) dengan kriteria :

Entres anjuran (rekomendasi)

  • Bila entres anjuran terbatas, dapat

digunakan individu tanaman di kebun yang

telah terbukti unggul dalam hal

produktivitas, kualitas biji, maupun

ketahanannya terhadap hama/penyakit.

  • Sumber entres batang atas minimal terdiri

atas dua klon yang ditanam bercampur.

  • Cabang-cabang plagiotrop berdiameter 0,75-

1 cm yang kulitnya berwarna hijau

kecoklatan dan coklat muda yang masih

berdaun.

c. Entres diambil pada pagi hari, hindarkan luka pada

    kulit dan dari sinar matahari langsung. Segera

    setelah semua daun, pada entres dikupir

 (dipotong tangkai daun), entres dibungkus

dengan Koran basah atau bahan lain yang

lembab.

d. Sesampainya di kebun yang akan direhabilitasi,

lakukan pekerjaan dengan urutan sebagai

berikut :

  • Siapkan entres dengan membuat

potongan sepanjang 4 5 ruas,

selanjutnya ruas dari pangkal dipotong

miring (Gambar 1).

  • Pada sekitar 50 cm dari permukaan

tanah, kerok kulit batang bawah yang

akan menjadi tempat penempelan

(Gambar 2).


 

Tepung ubi jalar oranye diperoleh dengan proses sebagai berikut: ubi jalar oranye dikupas kulitnya dan diiris/disawut dengan ketebalan irisan yang sama (kira-kira 1,0-1,5 mm) dengan menggunakan mesin penyawut dan di blansir dengan uap panas selama 3 menit. Kemudian dilakukan pengeringan pada suhu 60-70 oC selama 8-10 jam lalu dilakukan penggilingan dan pengayakan 80 mesh sehingga dihasilkan tepung ubi jalar oranye.

 

 

Gambar 1. Proses penyawutan/pengirisan pada ubi jalar  oranye

 

 

 

Gambar 2. Proses pengeringan dan penggilingan pada sawutan ubi jalar  oranye


 

Manajemen ternak sapi meliputi pengolahan biaya produksi, biaya pakan merupakan biaya terbesar dari total biaya produksi, biaya ini mencapai 60-70%. Berbagai usaha dilakukan untuk mengurangi biaya pakan tersebut, antara lain dengan mencari sumber-sumber pakan alternatif sehingga dapat mengurangi biaya produksi tanpa mengurangi produktivitas ternak. Pakan alternatif dapat diperoleh selain dari rumput segar, yaitu dengan memfermentasi limbah pertanian atau perkebunan seperti jerami padi, jagung, bonggol jagung, kulit kacang, alang-alang, pucuk tebu, pelepah kelapa sawit dan limbah tanaman lainnya.

Beberapa Bahan Pakan alternatif antara lain:

1. Jerami padi fermentasi

Sapi Peranakan Ongole (PO) yang diberi rumput lapangan dan jerami padi, pertambahan bobot badan yang dicapai berkisar 0,24 kg/ekor/hari. Sementara sapi potong yang diberi pakan rumput lapangan, jerami ditambah konsentrat memperoleh pertambahan bobot badan harian yang lebih tinggi yaitu 0,65 kg/ekor/hari (Purbowati, 2012).

2.   Cacahan pelepah dan daun kelapa sawit.

Haryani dkk (2012) melaporkan pemberian pakan sapi Bali jantan berupa cacahan pelepah sawit yang telah diformulasi dengan limbah tanaman pangan sebagai konsentrat diperoleh pertambahan bobot badan harian sebesar 0,65 kg/ekor/hari dan 0,72 kg/ekor/hari selama penggemukan.

 3.   Silase legum.

Legum pohon seperti daun lantoro, daun turi, daun indigofera, jerami kacang tanah atau daun mukuna sifat yang mudah rusak atau tidak tahan lama, sehingga perlu perlakuan khusus agar dapat disimpan dalam waktu tertentu. Berikut ini tahapan pembuatan silase jenis legume (kacang-kacangan):

  1. Rajang legume (lantoro atau indigofera atau turi atau gamal) dengan ukuran antara 05 -2 cm sebanyak 100 kg.
  2. Racangan legume dicapur dengan 5 kg molasses atau gula merah. Kemudian diaduk sampai merata.
  3. Setelah semua bahan dicampur merata, lalu diisi kedalam plastik hitam yang tidak tembus udara dan air.
  4. Plastik hitam tersebut dilapisi dengan karung dari luarnya. Kemudian diikat atau ditutup rapat, selanjutnya disimpan pada tempat yang tidak terkena hujan dan panas selama 3 minggu.
  5. Setelah 3 minggu silase legume telah jadi dan siap diberikan pada ternak sapi. Tapi sebelum diberikan sebaiknya kantong palstik pembungkus dibuka dan dibiarkan selama 5 menit.
  6. Silase legume ini dalam keadaan tertutup rapat tidak terkena udara luar dan panas dapat disimpan selama 2-3 tahun.

 

Skema Pembuatan Silase Legume