JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kemampuan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghasilkan teknologi tidak diragukan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Itulah yang membuat Balitbangtan dinobatkan sebagai lembaga penelitian dengan jumlah paten terbanyak di Indonesia untuk kategori pertanian.
Peningkatan kualitas inovasi Balitbangtan terlihat dari teknologi yang bukan hanya efektif namun juga aman bagi manusia dan lingkungan. Feromon merupakan contohnya. Penggunaan pestisida pada budidaya tanaman seringkali menjadi masalah yang sangat dilematis. Di satu sisi, penggunaan pestisida dapat mengurangi kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit. Namun di sisi lain, penggunaan pestisida dapat menimbulkan dampak negatif seperti resistensi hama, resurjensi hama, munculnya hama sekunder, terbunuhnya musuh alami hama dan hewan bukan sasaran lainnya, pencemaran lingkungan serta dampak negatif bagi kesehatan produsen maupun konsumen. Feromon sintetik dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.
Feromon merupakan senyawa kimia yang dilepaskan oleh suatu organisme ke lingkungannya sehingga organisme tersebut mampu mengadakan komunikasi secara intraspesifik dengan individu lain. Sementara Feromon sintetik adalah feromon hasil formulasi manusia yang dibuat berdasarkan senyawa kimia yang diproduksi oleh serangga dengan tujuan untuk memikat dan memerangkap serangga hama.

 

 

Info Selengkapnya silahkan download disini


 

Pengelolaan lahan kering terutama pada dataran rendah belum dilakukan petani secara optimal, baik dilihat dari jenis komoditi yang ditanam maupun dalam teknik budidaya,  kebanyakan petani hanya menanam satu jenis tanaman dalam suatu luasan lahan tertentu.  Pada lokasi kajian Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang kebanyakan petani menanam jagung secara mono kultur dan lainnya menanam tanaman ubi kayu dan tanaman sayuran lainnya, sedangkan untuk tanaman padi gogo dan kedelai belum pernah dilakukan petani.  Tujuan Kegiatan pada usaha pertanian pangan di lahan  kerig dataran rendah di Sumatera Utara yang dilakukan pada tahun 2018 yaitu untuk melihat pengaruh penerapan paket teknologi pola tanam tumpang sari terhadap sistem usaha pertanian tanaman pangan pada lahan kering dataran rendah di Sumatera Utara. Keluaran yang diharapkan yaitu dperoleh paket teknologi pola tanam tiumpang sari terhadap sistem usaha pertanian tanaman pangan pada lahan kering dataran rendah di Sumatera Utara.

 

 

Info Lebih Lengkap Silahkan Download Disini


 

          Badan Litbang sebagai salah satu unit teknis di Kementrian Pertanian sudah menghasilkan software atau alat dalam menetapkan rekomendasi pemupukan padi di Indonesia.  seperti PERMENTAN No.40/Permentan/OT.140/04/2007, katam terpadu, status hara P dan K, Layanan Konsultasi Padi (LKP), serta perangkat uji tanah sawah sudah digunakan oleh petani, penyuluh, atau pengguna lainnya. Ketiga perangkat yang pertama merupakan rekomendasi pemupukan berdasarkan kecamatan (kurang detail) sehingga ditemukan variasi keragaman yang sangat tinggi baik masalah kesuburan tanah, iklim mikro, maupun dampak dari varietas yang digunakan.

            Alat yang lebih akurat yang langsung dapat digunakan di lapangan adalah perangkat uji tanah sawah (PUTS). Alat ini digunakan untuk mengukur kandungan N, P, K dalam bentuk tersedia, serta pH tanah. Berdasarkan hasil survey ditingkat petani pada kegiatan Corigap 2017-2018 (unpublished), alat ini masih tersedia di tingkat kelompok tani namun bahan kimia (refill) tidak tersedia dilapangan dengan alasan harga yang tidak terjangkau oleh petani serta kurangnya informasi lokasi/kontak pembelian bahan. Sehingga petani kembali ke rekomendasi umum berdasarkan pengalaman petani periode tanam sebelumnya atau informasi dari petani lainnya.

Info selengkapnya silahkan download disini

 


 

Kedaulatan pangan adalah konsep pemenuhan kebutuhan pangan melalui produksi dalam negeri. Kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas baik dan sesuai dengan budaya dan diproduksi dengan system pertanian yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Dalam mewujudkan kedaulatan pangan, maka Balitbangtan berperan dalam menghasilkan inovasi teknologi sesuai dengan agroekosistem serta spesifik lokasi. Lahan kering berupa ladang atau perbukitan merupakan daerah potensial untuk ditanami padi. Jenis tanaman padi yang cocok pada agroekosistem ini adalah padi gogo. Teknologi Larikan budidaya Gogo terpadu Super padi (LARGO lahan kering SUPER) berbasis adalah tanam jajar legowo 2:1 yang penerapannya menggunakan mekanisasi Pertanian.

 

Info Lebih Lengkap Silahkan Download Disini