JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kegiatan pengkajian paket teknologi padi dataran tinggi di Sumatera Utara merupakan kegiatan inhouse BPTP Sumatera Utara

yang menitik beratkan pada peningkatan produksi dan pendapatan petani padi di lokasi pengkajian meningkat 10%. Pelaksanaannya di dua desa yang merupakan daerah Kostra Tani yakni Manalu dan Pulogodang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan periode Februari-Juli 2020 seluas 7 ha untuk Inpari 28, 0.5 ha untuk uji varietas, dan 0.5 ha untuk varietas lokal.

Latar belakang kegiatan adalah petani masih menggunakan varietas lokal dengan produktivitas 5 ton/ha, populasi tanaman <160.000 tanaman per ha, pemupukan sesuai dengan kemampuan petani, serta praktek budidaya lainnya yang belum maksimal. BPS 2019 menunjukkan tren penurunan luas panen, produksi, dan produktivitas di Kabupaten Humbang tahun 2018-2019 masing-masing sebesar 26.8%, 45.6%, dan 25.7%.

Berdasarkan hasil survey, rata-rata kepemilikan lahan sawah dan produksi masing-masing sebesar 0,46 ha dan 4,23 kg ha-1 (dibawah produksi nasional 5,16 t ha-1). Nilai R/C ratio usaha tani padi di lokasi ini sebesar 1,35 yang artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan memperoleh pengembalian sebesar 1,35 rupiah. Hasil analisa tanah menunjukkan bahwa kandungan pasir yang tinggi di Desa Manalu berpengaruh pada nilai kapasitas tukar kation dan basa tukar dengan kriteria sangat rendah dan rendah, berbanding terbalik dengan Desa Pulogodang.

Rekomendasi yang diaplikasikan berdasarkan teknologi layanan konsultasi dengan dua target yaitu 8 ton/ha untuk Inpari 28 dengan pemupukan NPK + Organik (N=140 kg/ha; P2O5 = 100 kg/ha; K2O = 70 kg/ha; serta bahan organic 5,7 t/ha) dan target 6 ton/ha untuk varietas lokal dengan pemupukan NPK + Organik  (N=100 kg/ha; P2O5 = 75 kg/ha; K2O = 50 kg/ha; serta bahan organic 5,7 t/ha), jarak tanam 20 x 20 cm, serta pengendalian hama terpadu. Hasil panen yang dilakukan tanggal 14 Juli 2020 menunjukkan bahwa rata-rata produksi Inpari 28 sebesar 8.096 t/ha (85% dari potensi hasil 9.5 t/ha) dan varietas lokal sebesar 6.1 t/ha.

Hal ini menarik perhatian Kepala Desa dan masyarakat di Pulogodang untuk bertanam padi Inpari 28 di musim tanam ke-2 (September-Oktober 2020) dengan memesan sebanyak 2.100 kg yang dianggarkan dari dana desa. Harapan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang diwakilkan Kadis Pertanian Ir. Junter Marbun, MM., peneliti BPTP Sumut sebagai tim ahli dalam peningkatan produktivitas padi dan pengembangan food estate yang menjadikan Kabupaten Humbang Hasundutan maju, modern, dan mandiri.


Link : https://youtu.be/Si-RYI-Bw4o