JM Hot News - шаблон joomla Окна

Selamat menyambut akhir pekan. Berita Mimin sore ini mengenai kegiatan Virtual Literacy yang digelar Pusat Perpustakaan

Dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Kementan dengan thema "Cegah Penyebaran Covid-19".

Jumat (20/3), tepat pukul 9.30 Wib Pustaka Bogor mengundang seluruh Tim Korwil Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua yaitu Pustakawan/Pengelola perpustakaan Kementan untuk on Oviral (Open Virtual Literacy) dimana dalam pertemuan ini dibahas tentang merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19).

Narasumber kegiatan ini adalah perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor atas arahan Bapak Wakil Walikota menyarankan kepada seluruh penduduk Indonesia khususnya yang bekerja di instansi agar lebih sadar melakukan : sering cuci tangan, hindari kontak jarak dekat, konsumsi makanan yang seimbang gizi, banyak makan buah dan sayuran, rajin olah raga, hindari depresi dan kelelahan.

PUSTAKA melaksanakan knowledge berbasis Virtual Literacy (VL) menggunakan fasilitas video conference yang dipandu langsung oleh Kepala PUSTAKA, Retno Sri Hartati Mulyandari di ruang Open Virtual Literacy (Oviral) 2 C Kantor PUSTAKA Jl. Juanda 20 Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta lingkup Kementan yang berasal dari wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku bahkan Papua.

Dalam paparannya Retno menyampaikan bahwa pustakawan lingkup Kementan pada dasarnya harus siap mengimplementasikan Kepmentan tersebut. Jenis dokumen yang harus diserah simpankan adalah dokumen/produk hukum lainnya, laporan penelitian, pengembangan diseminasi, laporan kegiatan kerjasama, laporan kegiatan seminar, lokakarya/simposium termasuk prosiding, publikasi untuk promosi yang meliputi buku, leaflet, booklet, infografis, dan video. Data yang didokumentasikan tidak hanya data yang terstruktur (STRUCTURED DATA), namun juga data yang belum terstruktur (UNSTRUCTURED DATA) misalnya data yang terekam pada komunikasi interaktif di media sosial. Oleh karena itu pustakawan Kementan harus mulai melakukan tata kelola dokumen dengan baik sehingga mudah untuk proses pencarian kembali maupun dalam mudah untuk dipertukarkan.

Dalam pelaksanaan knowledge sharing melalui VL ( Virtual Literacy) ini para peserta terlihat antusias. Terbukti mereka aktif melontarkan berbagai pertanyaan dalam sesi diskusi.