JM Hot News - шаблон joomla Окна

Untuk menyatukan langkah implementasi Program Kostratani di Sumut, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menggelar

Rakor Penetapan Target dan Percepatan Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2020 Provinsi Sumut.

Rakor diselenggarakan selama dua hari, 12- 13 Maret 2020 di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, rakor dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Pertanian selaku Penanggung jawab Tim Supervisi dan Pendampingan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementan (TSP) Provinsi Sumut, Eselon I lingkup Kementan, Kepala Dinas TPH Provsu, Kepala Dinas Kab/Kota dan Kepala BPP selaku Kostrati se Sumatera Utara.

Rakor ini bertujuan mensinkronkan implementasi beberapa program Kementan di daerah, yang dalam hal ini akan dipusatkan pada tingkat kecamatan sehingga penyelenggaraan fungsi penyuluhan dapat dilakukan berbasis teknologi informasi yang mampu meningkatkan efisiensi, efektivitas pengusaha tani dan produksi usaha pertanian serta kesejahteraan petani sampai dengan berorientasi ekspor.

Terkait hal ini, Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku PJ Provinsi Sumut juga mendukung Kostratani dan menginstruksikan kepada seluruh komponen yang terlibat untuk bekerjasama mensukseskan program Strategis Kementan, beliau juga menegaskan untuk fokus pada akselerasi ekspor dengan Gerakan Tiga kali Ekspor atau GraTiEks yang sudah di resmikan oleh Menteri Pertanian per 19 November 2019.

Selanjutnya Bapak Kepala Badan Karantina meminta penyuluh mengawal petani di Sumut untuk terus melakukan penanaman padi, karna setiap tahunnya pemerintah memberikan biaya untuk membantu petani di seluruh kota/kabupaten di Indonesia melalui *KUR* (kredit Usaha Rakyat), jangan takut untuk menanam padi, masalah biaya bisa memanfaatkan KUR yang bisa diperoleh melalui Bank BRI dan bank BNI, karena pemerintah sudah bekerja sama dengan pihak Bank tersebut.

Pada kesempatan ini turut hadir perwakilan BNI, kami mempunyai program andalan yaitu KUR Tani, kami merencanakan untuk merealisasikan KUR untuk mendukung permodalan di bidang pertanian,KUR Tani BNI akan memberikan bunga rendah, petani cukup membayar bunga hutang 6 % dan selebihnya bunga bank akan disubsidi pemerintah.

Rakor dilanjutkan dengan pemaparan materi program kerja dari masing-masing Eselon I lingkup Kementan, termasuk peran Balitbangtan dalam rangka mendukung Kostratani yang disampaikan oleh Kepala Balitbangtan BPTP Sumut.