JM Hot News - шаблон joomla Окна

Salah satu peneliti Balitbangtan BPTP Sumatera Utara yakni Setia Sari Br. Girsang, Ph.D. terpilih sebagai salah satu penerima

beasiswa kursus singkat kebijakan dibidang pertanian melalui peningkatan daya saing di bidang pertanian. Kegiatan diikuti sebanyak 3 tahap yakni pra-kursus, kursus singkat, dan pasca-kursus.

Kegiatan pra-kursus dilaksanakan selama 3 hari (6-8 November 2019) bertempat di Hotel Harper, Purwakarta, Jawa Barat. Acara meliputi pemaparan tentang tujuan kegiatan, kewajiban peserta, manfaat bagi peserta dan organisasinya, serta penjelasan sebelum keberangkatan kursus singkat di Australia.

Untuk kemajuan masing-masing peserta, penyelenggara mewajibkan peserta untuk membuat proposal lengkap tentang kegiatan yang berhubungan dengan topik dan pekerjaan masing-masing. Judul yang diangkat dari BPTP Sumatera Utara adalah peningkatan daya saing penangkar benih padi melalui pemberdayaan wanita di Sumatera Utara.

Pendalaman materi dilakukan di Australia pada tiga negara bagian yakni Brisbane, Canberra, dan Sydney selama 17 hari (22 November-8 Desember 2019) dengan peserta yang berasal dari beberapa instansi yakni Kementerian Pertanian, Bappenas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Perdagangan, Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Daerah, serta Kedutaan Australia di Indonesia bagian Perdagangan.

Fokus penting kursus singkat ini adalah penguatan pengetahuan teknis tentang daya saing terkait harga, produk, serta promosi; hubungan atau jejaring kerja sama dan komunikasi antara peserta (pemerintah Indonesia) dan pemerintah Australia dalam bidang penelitian dan perdagangan; dan pemahaman budaya Australia yang dapat dirasakan langsung tentang keramahan, disiplin, perspektif, dan kehidupan penduduk Australia.

Kerjasama penelitian Australia-Indonesia saat ini tentang penanganan penyakit keriting pada tanaman cabe (kerjasama dengan IPB), jamur fusarium pada tanaman bawang merah, integrasi sawit-sapi, serta konservasi hutan dan tanaman hutan yang bermanfaat untuk pewarnaan kain tenun khususnya di daerah timur Indonesia. Pada kesempatan ini peserta wajib memaparkan proposal yang sudah dimantapkan dari pembelajaran selama di Australia yang wajib ditindaklanjuti setelah kembali ke Indonesia serta memaparkan hasil kegiatan pada acara pra-kursus di bulan Maret 2020.

Pada akhir kegiatan yakni paska-kursus tanggal 3-5 Maret 2020 bertempat di Aston Hotel Sentul, semua peserta memaparkan hasil proposal kecil yang sudah disampaikan pada saat pra dan kursus singkat. Hasil kegiatan peningkatan daya saing penangkar benih padi melalui pemberdayaan wanita di Sumatera Utara menunjukkan bahwa luas lahan, jumlah penggunaan benih, dan penggunaan pupuk tambahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi benih, pengetahuan petani meningkat sebesar 85.2% melalui pelatihan, partisipasi wanita tani dalam pelatihan meningkat 30%, prediksi tingkat adopsi teknologi penangkar benih padi 87% pada tahun 19.1 dari kegiatan dimulai, serta konsentrasi konsumen pada kualitas, kuantitas, dan ketersediaan benih padi.

Pada kesempatan ini penyelenggara juga menghadirkan 4 orang narasumber yang berasal dari Pusat sosial ekonomi dan kebijakan pertanian (PSE-KP), Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat), dan Kemitraan Australia-Indonesia untuk mempromosikan pendapatan pedesaan melalui dukungan untuk pasar di bidang Pertanian (Prisma) yang masing-masing membahas tentang kebijakan untuk meningkatkan daya saing pertanian, tugas dan fungsi Balitklimat dan BBSDLP, serta peningkatan pendapatan petani melalui distribusi subsidi yang sensitif terhadap pasar. Selanjutnya di hari kedua dilakukan kunjungan ke BBSDLP dan museum tanah yang disambut langsung oleh Kepala BBSDLP Dr. Husnain, SP, MSc, Pada kesempatan ini BBSDLP membuka peluang bagi peserta untuk memanfaatkan sumber daya yang ada seperti peta tanah, peta kesesuaian lahan komoditas pertanian, dan produk lainnya dalam mendukung peningkatan kapasitas daya saing produk pertanian di Indonesia.

Kursus ini membuka perspektif peserta bahwa pertanian tidak hanya fokus pada produksi namun juga pasar, daya saing, rantai nilai, keberlanjutan, dan kesetaraan gender; fokus pada beberapa komoditas penting namun ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir yang dapat menghasilkan produk dan petani professional; serta kolaborasi dengan beberapa institusi baik di Indonesia maupun Australia dalam meningkatkan daya saing di bidang pertanian.