JM Hot News - шаблон joomla Окна

Negara-negara di dunia membutuhkan hasil produksi pertanian Indonesia. Bagaimana tidak, seluruh produk pertanian kita

tumbuh dengan subur dan memiliki hasil yang berkualitas nan memuaskan. Pertanyaannya, mampukah semua komponen dan praktisi pertanian kita menyuplai kebutuhan mereka?

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kelebihan dari berbagai aspek teknis dan strategis. Ketimbang negara lain, negeri ini selalu disirami air hujan dan dihangati sinar matahari setiap harinya. Karena itu, tanah kita subur, alam kita masyhur, air kita mancur. Dengan demikian, tak ada kata lain selain memusatkan pemikiran kita pada kata maju, mandiri, dan modern. Tiga kata yang menjadi kunci bagi pembangunan ekspor pertanian Indonesia.

Selasa (11/02/2020), Balitbangtan BPTP Sumatera Utara melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat. Kedatangan tim BPTP Sumatera Utara disambut baik oleh Bapak Sunardi, SP sebagai kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Pakpak Bharat. Beliau memberikan informasi bahwa komoditi unggulan di Kabupaten tersebut yaitu gambir, kopi, dan jeruk. Akan tetapi produksi komoditi tersebut belum optimal dan belum mampu meningkatkan aktivitas ekonomi wilayah sehingga sektor pertanian perlu dibuat arahan dan strategi pengembangannya. Dengan adanya program dari kementan yaitu Gratieks maka BPTP Sumut selaku perpanjangan tangan dari kementan bekerja sama dengan pemerintahan Kab. Pakpak Bharat mendukung program Gratieks untuk mendukung ekspor gambir, kopi, dan jeruk yg selama ini hanya sebatas menjadi perdagangan dalam skala domestik.

Sebagai informasi, Gratieks merupakan gerakan yang digagas Mentan Syahrul yang dalam implementasinya telah melibatkan banyak stakeholders. Gerakan ini memiliki tujuan utama, yakni menyatukan kekuatan pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Gerakan ini diharapkan mampu bekerja dengan cara yang tidak biasa karena sudah memanfaatkan teknologi, inovasi, IT, digitalisasi, riset, jejaring, dan kerja sama yang kuat.

Tim BPTP Sumut selanjutnya melakukan koordinasi dengan Bapak Supardi Padang sebagai Asisten II Bupati Pakpak Bharat. Beliau menyetujui rencana kerja sama yang akan dilakukan oleh BPTP Sumut dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Selanjutnya diadakan sosialisasi Kostratani dan yg menjadi narasumber yaitu Ibu Kepala BPTP Sumut. Sosialisasi dilakukan di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Pakpak Bharat dan dihadiri oleh koordinator penyuluh dan penyuluh kecamatan. Kostratani pada hakikatnya adalah penguatan BPP di kecamatan. Kostratani dibuat untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Tak hanya itu, di sisi lain Kostratani juga berfungsi sebagai monitoring perkembangan pertanian di seluruh kecamatan di Indonesia.

Pada akhir sosialisasi, Kepala Balai mengingatkan bahwa penyuluh pertanian berperan vital mendukung pertanian nasional karena penyuluh itu otak nya petani. Jika penyuluh pintar maka petani juga akan pintar. Jadilah penyuluh yang dirindukan dicintai oleh petani. Keberhasilan penyuluh adalah disaat keberadaanya diperlukan oleh petani. Tetap Semangat Sahabat Petani Indonesia, Salam Petani Indonesia