JM Hot News - шаблон joomla Окна

Rakor ini merupakan penajaman dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2020 yang diadakan di Hotel

Bidakara pada Hari Senin (27/1). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang membuka langsung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mengatakan bahwa membangun sektor pertanian tidak bisa sendiri dan harus melibatkan banyak pihak. Oleh karna itu pada RakerNas ini telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Pertanian dengan 7 Kementerian teknis lainnya dalam membangun Sektor Pertanian dengan Maju, Mandiri dan Modern.

Rakor Balitbangtan yang mengusung tema Penguatan Program /Kegiatan Balitbangtan dalam mendukung capaian sasaran strategis Kementan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan, Rakor dilaksanakan di Audithorium Ir. Sadikin Sumintawikarta Bogor yang dihadiri oleh Staf ahli menteri bidang Pengembangan Bioindustri, Profesor Riset, para Pejabat Eselon II, III dan IV serta Peneliti, Penyuluh, Perekayasa lingkup Balitbangtan Pertanian. Rakor bertujuan untuk mensosialisasikan program strategis kementan dan Balitbangtan untuk mempermudah kerja Balitbangtan dalam mendukung program strategis Kementan.

Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fajri Djufry mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang paling sibuk bagi Balitbangtan, mulai dari transformasi kepegawaian yang menduduki jabatan Eselon III dan IV tingkat Puslit dan Balai besar, maksimal bulan 4 nanti akan kembali ke Fungsional. Tugas jabatan struktural tersebut akan menjadi Koordinator, Untuk itu beliau berpesan agar seluruh pejabat dan pihak terkait tidak boleh khawatir berlebihan dan harus tetap fokus pada tugas yang diemban sampai peraturan terkait transformasi jelas.

Terkait Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), saat ini menunggu Pepresnya. Tahun ini, terkait non kementerian seperti LAPAN dan LIPI akan bergabung. Sedangkan Litbang yang ada di Kementerian masih menunggu Pepres, Menteri berharap agar Litbang tetap ada di bawah Kementan, yang masuk BRIN adalah peneliti dan perekayasa. Penyuluhnya tetap di Kementan. Namun BRIN masih berproses waktunya, bisa 1 atau 2 tahun, belum bisa ditentukan waktunya. Badan Litbang Pertanian mengkoordinir penelitian 6 klaster yaitu komoditas padi, jagung, sawit, ayam lokal, kedelai, sapi

Rakor dilanjutkan dengan pemaparan program kerja tahun 2020 dari masing-masing eselon II lingkup Balitbangtan dan penandatanganan PK tahun 2020.