JM Hot News - шаблон joomla Окна

Dalam rangka penyelenggaran Festival Kopi dan Kuliner Nusantara yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2019

di Kota Tebing Tinggi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi sebagai koordinator kegiatan, melakukan pembentukan Koordinator Wilayah UMKM Kota Tebing Tinggi melalui Rapat Pos Simpul Koordinasi (POSKO) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi pada tanggal 05 Desember 2019 di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi. Rapat dihadiri oleh para pelaku usaha UMKM tingkat kelurahan di Kota Tebing Tinggi dan para penyuluh pertanian Kota Tebing Tinggi.

Dalam sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Marimbun Marpaung SP, MSi, menekankan lewat materinya "Pembinaan Kelembagaan Tani Dalam Menyongsong Era Industrialisasi yang Berbasis Inovasi Teknologi dan Informasi", agar penguatan kelembagaan petani ditingkatkan dan fokus dalam pencapaian olahan hasil pertanian berstandar SNI.

Pembentukan diisi oleh narasumber Ketua Asosiasi UMKM Sumatera Utara, Ujiana Sinaturi, dengan materinya "Pembentukan Koordinator Wilayah UMKM Kota Tebing Tinggi dalam Upaya Peningkatan Dampak Perekonomian Kota Tebing Tinggi".

Balitbangtan BPTP Sumut dalam Rapat POSKO ini menghadirkan peneliti Shabil Hidayat, S.Kom., MMSI sebagai narasumber dengan materinya "Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Pertanian dan Olahan Turunannya" dengan mengenalkan inovasi Tepung Pisang Kepok yang dapat diadopsi oleh para pelaku usaha UMKM Kota Tebing Tinggi dengan varietas lokalnya Pisang Kepok Keling yang telah terdaftar di PVT Kementan, dan inovasi Peningkatan Mutu Minyak Kelapa Melalui Proses Fermentasi dan Penambahan Tepung Bawang Merah yang telah dihasilkan oleh BPTP Sumut.

Dengan berbekal inovasi tersebut, ditawarkan konsep Kota Tebing Tinggi sebagai Agro Industri Pengolahan Tepung Pisang dan Minyak Kelapa yang bahan bakunya, pisang dan kelapa hasil perkebunan rakyat, dapat ditopang pasokannya dari Serdang Bedagai, Simalungun dan Samosir, mengingat wilayah administratif, topografi dan geografi Kota Tebing Tinggi, yang dapat menciptakan subsektor industri pengolahan hasil, industri peralatan/mesin, dan industri jasa pertanian.