JM Hot News - шаблон joomla Окна
Bertempat di Bina Greha, kantor Bappeda Provinsi Sumatera Utara, berlangsung rapat koordinasi gabungan membahas ketersediaan bahan pangan menjelang hari raya natal dan tahun baru. Hadir dalam pertemuan, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Kepala Bulog, Satgas Pangan, Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara serta sejumlah distributor bahan pangan.

"Ayo Selamatkan Pangan" mengawali pemaparan ketersediaan bahan pangan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementrian Pertanian, Dr. Andriko Noto Susanto. Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang membuang makanan terbesar.

Oleh karenanya, setiap individu jangan membuang-buang makanan. Rakor gabungan dilaksanakan salah satunya untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dengan baik dan mengantisipasi fluktuasi pasokan maupun harga bahan pangan menjelang hari raya besar keagamaan.

Dalam paparannya, Dr. Andriko menyampaikan kondisi ketersediaan secara nasional aman untuk beras, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang putih maupun cabai rawit.

Rencana aksi yang akan dilaksanakan sebagai upaya antisipasi fluktuasi harga dilakukan melalui Pemantauan pasokan dan harga di pasar, gelar murah untuk bahan pangan pemicu harga tinggi, subsidi transportasi mendatangkan bahan pangan dari sentra produksi, agar harga bisa ditekan, serta optimalisasi peran toko tani, Bulog Pusat dan Daerah. Kondisi riil untuk Sumatera Utara disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, surplus untuk padi, jagung, kedelai dan daging sapi, dan ketersediaan telur ayam ras cukup menjelang hari raya natal dan tahun baru.