JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kegiatan panen petani di Sumatera Utara terus berlanjut malah dengan semakin luasnya hamparan sawah yang dipanen. Hal ini dapat terlihat dengan adanya panen yang dilakukan oleh Kotamadya Pematang Siantar.  Panen pada hari ini, Jumat 12 Januari 2018 dilaksanakan di Kelompok tani Guna Mulya, kelurahan Bahsorma, Kec.Siantar Sitalasari dengan luas panen 2 Ha dari total 30 ha. Varietas yang digunakan petani adalah inpari 30 dengan hasil produktivitas 6,8 ton/ha. Dengan adanya panen ini diharapkan mampu menyediakan beras untuk penuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Sehingga, pasokan beras bisa diperkirakan cukup, sekaligus akan membuat harga beras yang beredar relatif stabil. Terjaminnya produksi padi disebabkan usaha untuk terus menjamin meningkatkan produksi padi.


Panen ini turut dihadiri oleh PPL, Mantri tani, Babinsa, Kasi produksi dan Kabid tanaman pangan DKPP, POPT PHP,Pengawas benih dan ketua kelompok tani. Menurut ketua Kelompok tani Guna Mulya varietas inpari 30 layak untuk dikembangkan karena varietas ini tahan terhadap hama dan rendaman. Beliau berharap agar Dinas pertanian dapat terus berdampingan dengan petani untuk memberikan pendampingan, pengawalan dan dapat terjun ke lapangan bersama-sama dengan petani untuk memantau perkembangan tanaman.


 

Panen padi dan jagung menjelang natal dan tahun baru di Kab.Tobasa Sumatera Utara. Petani Kab Tobasa pada hari ini bisa tersenyum gembira disaat menjelang natal Dan tahun baru mereka melakukan panen padi dan jagung yang diikuti oleh KCD, Koor PPL, aparat desa, BPTP dan petani. Hal ini disampaikan oleh kelompok tani Kec. Tampàhan, Balige, Silaen, Ajibata saat dilakukan panen di 4 kecamatan ini. Saat ini petani Sudah merasakan dampak kegiatan upaya khusus (UPSUS) PAJALE yang dilaksanakan di Kab.Tobasa.

Seperti yang disampaikan kel.tani Sijambe Desa Pardamean Kec Ajibata yang saat ini panen padi menunjukkan varietas ciherang yang mereka tanam seluas 7 ha dapat menghasilkan 5.5-6 t/ha, lain lagi dengan kelompok tani di Desa Lumbangaol Kec. Balige mereka panen 2 ha dari luasan padi yang akan panen 25 ha dengan provitas 7.2 t/ha varietas mekongga.

Untuk komoditi jagung dengan adanya UPSUS pajale di Kab Tobasa petani semakin tertarik dengan komoditi jagung. Beberapa kelompok tani di Kec. Tampahan Dan Kec. Silaen yang saat ini melaksanakan panen jagung sebanyak 5 ha Dari luas 35 ha yang siap panen, dengan provitas 8.5t/ha var. Pioner33, Demikian juga petani desa sitorang dan desa hutagurgur Kec Silaen.

Saat ini petani sudah dapat merasakan adanya program UPSUS sangat membantu petani yang selama ini hanya menanam 1 kali setahun IP 100 saat ini dapat ditingkatkan menjadi IP200 dengan pola tanam padi-padi atau padi-jagung. Selain peningkatan provitas lahan, petani juga sangat merasakan harga komoditi pangan yang cukup stabil sehingga waktunya petani Sejahtera.

Ketua kel tani sibuni-buni Kec Silaen menyampaikan " Petani yang belum tergerak hatinya utk melakukan terobosan pertanian saat ini menyesal karena mereka tidak panen di bulan desember ini dimana pada bulan ini umumnya petani memerlukan biaya besar buat Natal dan Tahun Baru" Semua keberhasilan ini disampaikan oleh petani berkat Gerakan Percepatan Tanam dibawah arahan Penjab UPSUS PAJALE PROPINSI SUMUT yaitu DR. Ali Jamil Harahap (pemerintah pusat).

Selanjutnya pendampingan dari BPTP Sumut dan penyuluh di lapangan. Petani berharap kedepannya perlu upaya untuk penyediaan benih bermutu untuk padi dan jagung agar petani bisa menanam padi yg berumur lebih pendek dan produktivitasnya lebih tinggi dari sekarang yg mereka tanam dan jagung yg bisa dihasilkan oleh petani benihnya. LO BPTP Sumut menyampaikan bahwa saat ini Badan Litbang pertanian sudah menghasilkan var.padi yg cocok utk dataran tinggi seperti INPARI 28 dan INPARI 29 dan saat ini sudah dikenalkan di desa borbor. Untuk jagung badan litbang juga memiliki varietas komposit yang hasilnya jg cukup tinggi dan kelebihan varietas komposit bisa ditanam kembali bibit yang dihasilkan dari pertanaman sebelumnya.


 

Panen serentak hari ini 03 Januari 2018 di Kabupaten Deli Serdang dilaksanakan juga di Desa Pasar Miring Kec. Pagar Merbau.
Dengan luas baku hamparan sawah lebih kurang 349 Ha di desa ini baru panen 5% dari total luas pertanaman yang ada.

Desa yang berdampingan dengan lokasi Diseminasi Varietas Unggul Baru Unit Pengelola Benih Sumber ( UPBS) Kebun Percobaan Pasar Miring BPTP Balitbangtan Sumut ini saatnya panen raya hingga minggu ke II Januari 2018 ini.

Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan WKPP Pasar Miring ibu Rustiana menyatakan, bahwa Provitas rata-rata sawah di desa Pasar miring berkisar 5,5 ton/ha hingga 6,5 ton/ha nya, petani sudah paham tentang pergiliran varietas dgn menggunakan benih padi Varietas Unggul Baru yang exist di petani seperti Inpari 32, Inpari 33, Inpari 30 dan Ciherang.

Adopsi petani terhadap penerapan teknologi sistem tanam Jajar Legowo 2:1 dan 4:1 juga cukup tinggi, itu dikarenakan berhasilnya diseminasi penanaman jajar legowo yang diterapkan di UPBS BPTP Balitbangtan Sumut di KP. Pasar Miring yang mereka lihat sendiri setiap musimnya, dan mudahnya petani mendapatkan benih VUB karena dekat dengan sumber Benih Kebun Percobaan Pasar Miring, begitu menurut ibu Rustiana menambahkan.

Lahan Sawah di Desa Pasar Miring adalah Lahan Sawah yang 100% beririgasi teknis, yang setiap tahun Index Pertanaman padinya bisa mencapai 2,5 kali. Sejak 2015 merupakan wilayah program swasembada pangam Pajale.

Panen kali ini dihamparan padi sawah seluas 0,8 Ha, varietas existing yg digunakan adalah Inpari 30 dengan provitas 6,1 ton/ha. Panen di Desa Pasar Miring didampingi oleh LO BPTP Balitbangtan Sumut PPL WKPP Pasar Miring dan petani pemilik sawah Pak sukiman.

 


 

Tobasa, 6 Januari 2018, BPTP Balitbangtan Sumut, Koordinator Penyuluh, Mantri Tani dan Kelompok Tani di Desa Paindoan hari ini panen padi seluas 5 ha dari hamparan 25 ha siap panen. Memasuki  minggu I bulan Januari hingga akhir Januari 2018 akan direncanakan panen seluas 1641 ha.

Hasil yang di dapat sebesar 5-6 t GKP/ha dengan varietas: Mekongga dan Ciherang dengan harga padi GKP : Rp. 4.900/kg, Selain itu panen padi juga dilaksanakan Desa Hutagaol dengan Provitas: 5-6 ton/ha menggunakan varietas Ciherang dan Mekongga , dan memperoleh Provitas sebesar 4.5 t/ha menggunakan Varietas Sibolga pada hamparan padi seluas 17 ha dari 70 ha siap panen sampai akhir Januari 2018. Harga GKP : Rp.4.900.

Ka. BPTP Balitbangtan Sumut menyampaikan bahwa Provitas padi di tingkat petani saat ini masih rendah dibandingkan dengan potensi hasil yang bisa dihasilkan dari VUB yang direkomendasikan oleh KATAM Badan Litbang Pertanian seperti Inpari 27 dan 28.

Saat ini penangkaran benih Inpari 28 sedang dilakukan oleh kelompok penangkar Simarmar Marsada Desa Hutagaol Kec.Balige Kab.Tobasa seluas 10 ha dan saat ini berumur 80 HST. Peluang untuk pergantian VUB padi di Kab. Tobasa semakin terlihat dari hasil wawancara dengan petani ibu Julita Pardede dan ibu Siahaan, ia menyatakan bahwa hasil dari tahun-tahun sebelumnya menurun, sehingga petani sangat mengharapkan adanya varietas unggul baru mengganti benih padi mereka.

Selain itu harapan petani akan varietas unggul padi yang tahan kekeringan dapat diperkenalkan kepada mereka, mengingat Kab.Tobasa memiliki lahan yang berbukit dan sering mengalami kekeringan. BPTP Balitbangtan Sumatera Utara sudah memperkenalkan VUB padi varietas inpari 28 dan pada tahun ini akan memperkenalkan VUB padi inpari 27,34 dan 39 untuk Kab.Tobasa. Semoga petani di Kab Tobasa semakin jaya dengan usahatani padinya.

 

 





Program Upsus (upaya khusus) Kementerian Pertanian melalui pendampingan secara masif oleh BPTP Balitbangtan Sumut dan juga program Bupati Tapanuli Utara untuk menjadikan Taput lumbung pangan sudah mulai menunjukkan hasil. Ditunjukkan dengan kegiatan panen padi varietas inpari 28 di Desa Parbaju toruan kec. Tarutung pada tanggal 21 Desember 2017.

Provitas yg diperoleh 7,2 ton/ha dengan luas lahan yang dipanen 0.5 ha, sedangkan potensi panen di desa Parbaju Tonga seluas 10 ha. Potensi panen sampai bulan Januari di Kec. Tarutung seluas 320ha.

Panen dihadiri KCD Ir. Sumurung Sitanggang, ppl Desa Parbaju Toruan Harpen purba Sp, Sidik Hutabarat SP dan seluruh PPL se-Kecamatan Tarutung dan petani.

Terjadi peningkatan hasil 0.4 ton/ha dari tahun lalu. Pada tanggal 22 Desember 2017 juga ada kegiatan panen varietas Ciherang di desa Simatupang kec Muara. Provitas yang diperoleh sebesar 7,4 ton/ha dengan luas panen hari ini 1 ha. Potensi panen di desa Simatupang hingga bulan januari 2018 seluas 174 ha. Potensi bakal panen di Kec. Muara hingga bulan Februari 2018 seluas 1164 ha.

Turut hadir dari BPS pak Sihombing, Babinsa Harahap, koordinator ppl Lenny purba SP, Tanli Sianturi SP, dan seluruh PPL sekec. Muara dan petani. Hasil untuk tahun ini berkurang dari tahun lalu akibat kurang tersedianya bibit baru yang berlabel juga cuaca yg tidak mendukung.