JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kegiatan Model Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berbasis Padi, Ubi Jalar dan Ternak Babi di Kabupaten Nias sudah memasuki tahun kelima dan saatnya exit strategi.

Di penghujung pelaksanaan kegiatan dilakukan panen bersama yang dihadiri koordinator dan penyuluh mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Nias. Dalam panen kali ini, varietas yang ditanam adalah Inpari 38, Inpari 39, Inpari 40, Inpari 41 dan Inpari 42.

Para peserta sangat merespon baik melihat keragaan tanaman yang sangat bagus sangat berbeda dengan tanaman petani padi umumnya. Pasca di implementasikannya varietas unggul baru sejak awal kegiatan, koperator pelaksana meraup untung karena adanya peningkatan produktivitas padi hingga 2 ton/ha. Selain itu kelebihan hasil panen, dibeli oleh petani lain untuk dijadikan benih.

Selanjutnya setelah panen, dilakukan pertemuan di saung kelompok tani, dimana pada kesempatan ini kelompok tani menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada Tim Kegiatan Bioindustri Balitbangtan BPTP Sumut yang dalam lima tahun terakhir telah memberikan pendampingan baik dalam bentuk sarana dan prasarana maupun bimbingan teknologi. Mereka sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini yang telah merubah cara berusahatani sehingga meningkatkan pendapatan.

Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak babi dan jerami padi yang sudah mereka gunakan sendiri dan juga telah dijual. Selain tanaman ternak babi dan padi, mereka juga bertanam cabai yang memberikan keuntungan yang cukup besar bahkan dapat membeli kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.

Dalam arahannya Kepala Balitbangtan BPTP Sumut menyampaikan agar Pemkab Nias melalui Dinas Pertanian melakukan pendampingan dan jika memungkinkan untuk melakukan replikasi di desa lain. Balitbangtan BPTP Sumut akan tetap menjalin hubungan baik dan akan tetap melakukan pendampingan dalam bentuk diseminasi teknologi dan penyebaran varietas.