JM Hot News - шаблон joomla Окна

Horas #SobaTani
Telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Optimalisasi LTT Padi, Jagung dan Kedelai Provinsi Sumatera Utara, simak berita selengkapnya.

Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Bapak Dr. Suwandi yang langsung mengevaluasi capaian LTT periode Oktober - Juli 2018-2019. Turut hadir pada Rakor kali ini Bapak Irjentan, Bapak Dirjen Sarpras, Balitbangtan BPTP Sumatera Utara, Polbangtan, Karantina, Kadis Pertanian se Kabupaten/Kota, Esselon III se-Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pertanian Ir. Dahler, MMA menyampaikan bahwa telah dibuat program upaya khusus (UPSUS) untuk peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dan tahun 2019 ini merupakan tahun ke-5 (lima) dari pelaksanaan program tersebut. Pelaksanaan program UPSUS Pajale tersebut telah memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan produksi di Provinsi Sumatera Utara dan menempatkan Provinsi Sumatera Utara pada peringkat 5 (lima) nasional untuk padi, produksi jagung peringkat 6 (enam) serta produksi kedelai berada di peringkat 12 (dua belas) di tingkat nasional.

Namun, disamping keberhasilan yang sudah dicapai tersebut, terdapat beberapa masalah yang dihadapi antara lain, pertumbuhan laju penduduk yang diikuti dengan peningkatan kebutuhan bahan pangan, kepemilikan lahan petani yang masih sempit/kecil dengan rata-rata 0,5 ha per kk sehingga sulit dalam berusaha tani dengan skala ekonomis, masih terjadinya alih fungsi lahan pertanian sawah ke non sawah setiap tahunnya, kapasitas kelembagaan petani yang masih rendah serta menurunnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian, terbatas infrastruktur pertanian yang mengakibatkan masih rendahnya produktivitas hasil yang dicapai, rendahnya kemampuan akses petani terhadap informasi pasar dan permodalan serta perlindungan usahanya, berfluktuasinya harga pada saat panen raya terutama komoditas bawang merah dan cabai merah.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan UPSUS Pajale, Sumatera Utara masih mengalami kekurangan sampai dengan tanggal 8 Agustus 2019, oleh karena itu dalam rangka mengejar ketertinggalan tersebut diharapkan kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah yaitu ; meningkatkan koordinasi, sinergitas dan kebersamaan dalam melaksanakan tugas masing-masing dalam peningkatan produksi pajale, mendorong percepatan tanam dan peningkatan indeks pertanaman, pemberian bantuan benih, pupuk organik dan anorganik, pestisida dan alat mesin pertanian pra tanam maupun pasca panen, Percepatan perbaikan jaringan irigasi pada jaringan tersier, mendorong perluasan tanam padi, jagung dan kedelai pada lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan serta lahan kehutanan dan perkebunan yang sedang replanting, memaksimalkan pemanfaatan bantuan alsintan untuk pengolahan tanah, penanaman dan panen, meningkatkan pengawalan dan pendampingan petani oleh penyuluh lapangan sehingga petani dapat melaksanakan program dengan tepat waktu dan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan anjuran yang sudah disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Direktur Akabi Bapak Amir Pohan, melakukan konfirmasi langsung terhadap petugas dari Kabupaten/Kota tentang perkembangan CPCL untuk pertanaman padi gogo dan kedelai.