JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kegiatan panen bersama dan pelatihan penangkaran benih yang mengusung tema: “Model Penyediaan Benih untuk Pemenuhan Kebutuhan Wilayahnya melalui Peningkatan Kemampuan Calon Penangkar Padi” telah berhasil dilaksanakan di Desa Laras II, Kec. Siantar, Kab. Simalungun, Jumat (19/07). Acara dimulai dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Setia Sari Girsang, Ph.D selaku penanggung jawab kegiatan yang dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Poltak Sitindaon selaku ketua Kelompok Tani Sejahtera III, Ir. Ruslan Sitepu selaku Kadis Pertanian Kab. Simalungun dan Kepala Balitbangtan BPTP Sumut yang diwakilkan oleh Ir. Akmal, M.Si.

Acara dihadiri oleh Kadis Pertanian Kabupaten Simalungun dan jajarannya, BPS dan BPSB Kab. Simalungun, pengamat OPT, PPL se-kecamatan Siantar, Babinsa Kec. Siantar, pengurus dan anggota Kelompok Tani Sejahtera III, 10 kelompok tani di se-Kec. Siantar, pengurus tiga kelompok tani Mandiri Benih 2015-2018, serta beberapa penangkar benih (mandiri). Turut mendukung mensukseskan kegiatan ini, hadir pula beberapa peneliti dari Balitbangtan BPTP Sumut dengan menggandeng Sawitania Situmorang, S.P., M.Si., dosen muda dari Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara yang menjadi bagian dari anggota tim peneliti dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.

Dalam kata sambutannya, ketua Kelompok Tani Sejahtera III menyampaikan bahwa petani sering mengeluhkan masalah permodalan, akses jalan yang rusak, persoalan hama dan penyakit serta lemahnya posisi petani dalam kegiatan pemasaran. Pada umumnya, setelah gabah diproduksi menjadi benih, petani mengalami kesulitan dalam menjual hasil produksinya. Padahal untuk memproduksi gabah menjadi benih, dibutuhkan tambahan waktu dua bulan untuk proses sertifikasi.

Menanggapi persoalan tersebut, untuk mengatasi masalah permodalan maka Kadis pertanian Simalungun menyarankan agar Kelompok Tani Sejahtera III berkoordinasi dengan PPL dan Dinas Pertanian Simalungun untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dialokasikan untuk desa tersebut sedangkan untuk mengatasi persoalan akses jalan yang rusak, ketua kelompok tani diminta untuk menyurati Kadis Pertanian agar dapat segera ditanggapi. Sementara itu untuk mengatasi persoalan hama dan penyakit, kelompok tani diharapkan mampu berkomitmen untuk tanam serempak, serta berkoordinasi dengan petugas OPT dan penyuluh pertanian jika ada masalah pertanaman padi di lapangan. Demikian juga yang mewakili kepala Balitbangtan BPTP Sumatera Utara menyarankan agar petani memiliki target benih yang bernas dengan jarak tanam tegel, pemupukan berimbang, dan menggunakan varietas yang tahan hama penyakit seperti Inpari 32 (tahan hawar daun) dan Inpari 33 (tahan wereng coklat) sehingga dapat mengurangi input dan pencemaran lingkungan.

Pemerintah telah membangun 3 desa Mandiri Benih di Kabupaten Simalungun sejak 2015-2018, diharapkan dapat dimanfaat semaksimal mungkin dalam pemenuhan kebutuhan benih di wilayahnya dan sebagai penyebaran varietas unggul di tingkat petani yang berkaitan dengan peningkatan produksi padi menuju lumbung pangan dunia 2045. Berdasarkan BPS 2018, luas panen tahun 2017 di Kabupaten Simalungun sebesar 89.132 ha. Hal ini menggambarkan kebutuhan benih setiap tahunnya sebesar 2,228 ton dengan estimasi rata-rata kebutuhan benih per ha sebesar 25 kg ha-1. Sementara produksi benih hanya sebesar 65 ton yang diproduksi dari 6 sumber baik perorangan maupun kelompok tani sehingga Kabupaten Simalungun masih devisit benih sebesar 2,163 ton yang harus dipenuhi dari kabupaten lain yang mana dapat meningkatkan cost petani dalam transportasi benih.

Acara diakhiri dengan kegiatan pelatihan “Budidaya Padi untuk Mendukung Perbenihan di Sumatera Utara” yang disampaikan oleh anggota tim dan pelatihan “sertifikasi benih” yang disampaikan oleh Anthony Nababan, S.P. dari KUPTD BPSB Kab. Simalungun. Dari hasil panen yang dilakukan, berdasarkan pengamatan dari beberapa anggota BPS, didapati hasil panen padi varietas INPARI 32 sebesar 8.24 ton/ ha dan varietas Mekongga sebesar 7.68 ton/ ha.

Adapun acara ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan pembinaan petani penangkar program Desa Mandiri Benih di Provinsi Sumatera Utara yang telah dimulai sejak tahun 2015 dalam rangka mendukung visi-misi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan “Indonesia, Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045”. Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mendapatkan model perbenihan yang ideal dan mendiseminasikan jenis varietas unggul baru dengan cara meningkatkan kemampuan para calon penangkar benih guna memenuhi kebutuhan wilayahnya dalam produksi padi.