JM Hot News - шаблон joomla Окна

Info Aktual

loading...

Inovasi Teknologi

loading...

Berita Terkait

Perubahan iklim sangat berdampak pada sektor pertanian. Perubahan iklim menyebabkan penurunan produksi padi, akibatnya terjadi penurunan stok pangan dunia. Minimnya stok pangan dunia berimplikasi pada meningkatnya harga pangan yang berkorelasi pada tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Sehingga menjadikan sebagian besar negara di belahan dunia mengalami krisis pangan. Kementerian pertanian berupaya untuk mengantisipasi akibat perubahan iklim tersebut dengan mengambil langkah konkrit guna menjamin pencapaian swasembada beras, daging, kedelai, dan gula.

Guna mensosialisasikan masalah pangan tersebut pada Unit Kerja lingkup Badan Litbang Pertanian di Sumatera Utara, pada tanggal 7 Februari 2011 bertempat di aula BPTP Sumatera Utara telah dilakukan kunjungan kerja dan sosialisasi arahan Menteri Pertanian yang di lakukan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Kapuslitbangtan) Dr. Ir. Hasil Sembiring.

Pada kesempatan ini, Kapuslitbangtan beserta peneliti dan penyuluh BPTP Sumatera Utara telah mendiskusikan mengenai beragam program dan pengalamannya masing-masing di lapangan, dalam usahanya melakukan pendampingan dan pengembangan teknologi pertanian. Peneliti dan penyuluh banyak menginformasikan mengenai kemajuan, kendala dan hambatan pengembangan tanaman pangan di masing-masing daerah. Sementara itu, Kapuslitbangtan menceritakan program-program kementerian pertanian.

Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi beras tahun 2011 sebesar 70,6 juta ton guna mengatasi krisis pangan di Indonesia. Faktor kunci keberhasilan target tersebut adalah jaminan ketersediaan anggaran (pendampingan dan fasilitasi), percepatan pelaksanaan SL-PTT, jaminan ketersediaan dan penyaluran benih serta pupuk, peran aktif Gubernur, Bupati/walikota, tokoh masyarakat serta tokoh formal dan informal. Dukungan Badan Litbang dalam hal ini adalah dalam hal penyediaan benih (BS, FS, SS dan ES), pendampingan SL-PTT, demfarm VUB, pengembangan UPBS Puslitbangtan dan lingkup B2P2TP, menyediakan materi diseminasi/penyuluhan serta pelatihan. Untuk itu, BPTP Sumatera Utara sebagai perpanjangan tangan dari Badan Litbang Kementerian Pertanian di Sumatera Utara diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pemda setempat guna mensukseskan program pemerintah ini.

Kapuslitbangtan juga menambahkan pada akhir pertemuan agar seluruh pegawai dapat memberikan kontribusinya dalam program ini. Sekecil apapun kontribusi yang diberikan, akan mampu memajukan sektor pertanian di Indonesia.
Pada tanggal 21 Januari 2011 (Jumat) merupakan hari yang berbahagia bagi petani pisang barangan anggota Poktan Mekar Tani desa Sarilaba Jahe, kecamatan Sibirubiru, kabupaten Deli Serdang, yaitu terkait dengan teknologi yang telah mereka peroleh dan terapkan dengan baik telah dirasakan manfaatnya. Atas inisatif ketua Poktan Mekar Tani (Setia Barus) mengundang instansi terkait melakukan panen perdana pisang barangan dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Prov. Sumut (Ir. M. Roem, MSi) dan jajarannya Ir. Ratna Gultom, MSi (Kabid. Bina Usahatani); Ir. Julizar (Kabid. Hortikultura) dan Ir. Gunawan (Ka Balai Proteksi dan Perlindungan Tanaman Hortikultura); dari BPTP Sumut (Ka Balai Dr. Didik Harnowo, MS; peneliti pascapanen Ir. Besman Napitupulu, MSc dan peneliti budidaya Ir. Sortha Simatupang, MSi); Mewakili Kadis Pertanian Kab. Deli Serdang (Ir. Maimuddin Nasution); Camat dan Kapolsek Kec. Sibirubiru; Kepala Desa Sarilaba Jahe; PPK dan PPL kec. Sibirubiru; ketua dan anggota Kelompok Tani Mekar Tani desa Sarilaba Jahe dan petani pisang barangan lainnya.

Komentar petani terkait dengan keberhasilan mereka adalah berkat melaksanakan anjuran dari PPL bagaimana cara menanam pisang barangan yang benar, terutama bagaimana mendapatkan benih/bibit pisang barangan bermutu bebas penyakit layu. Kemudian untuk peningkatan penampakan kualitas buah (bebas dari bintik hitam) melalui BPTP Sumut diperkenalkan teknologi pemberongsongan kepada petani dan Dinas Pertanian Prov. Sumut menfasilitasi pengadaan alat serongsong dan plastiknya serta pemasarannya. Menurut penjelasan Camat kecamatan Sibirubiru bahwa penduduk Desa Sarilaba Jahe adalah 75 % petani. Usahataninya adalah di bidang hortikultuta terutama didominasi komoditas pisang barangan kemudian menyusul papaya, durian, dan duku, dll) dan perkebunan (kakao dan kelapa sawit).

Pada kata pengarahannya Kadis Pertanian Prov. Sumut menjelaskan bahwa pisang barangan telah masuk dalam komoditas unggulan nasional. Oleh karena itu, salah satu tantangan yang perlu kita cari solusinya adalah penampilan buah harus sesuai dengan keinginan pembeli. Dan pada hari ini penampilan buah sesuai harapan pembeli sudah dapat kita penuhi dan pembelinya adalah kelas menengah ke atas. Pada tahun 2010, Dinas Pertanian Sumut telah menfasilitasi pengadaan 3300 lembar plastic serongsong, dan pada tahun 2011 dalam waktu dekat ini akan ditambahi lagi plastic serongsongnya supaya penampilan buah pisang barangan dari desa Sarilaba Jahe sudah mulus tanpa bintik dan semuanya dapat masuk ke supermarket Carrefour Medan. Jalan usahatani di desa ini juga diperlukan supaya kenderaan roda 4 seperti pick up dan roda 2 dapat langsung masuk ke kebun pisang barangan.

Ka BPTP Sumut memberikan pengarahan bahwa desa Sarilaba Jahe, kec. Sibirubiru merupakan pengembangan teknologi yang ada di Prima Tani desa Talun Kenas, kab. STM Hilir kab. Deli Serdang yaitu teknologi pemberongsongan dan sistem tanam 2 jalur. Beberapa arahan dan penjelasan yang disampaikan Ka BPTP Sumut, yaitu : 1) Hal yang terpenting bagi kita semua adalah bagaimana kesinambungan pisang barangan untuk tetap tersedia men supply pasar; 2) Promosi, BPTP Sumut telah turut mempromosikan pisang barangan ke Bogor, Jawa Barat; 3) Desa Sarilaba Jahe ke depan juga harus berpotensi untuk produksi benih/bibit pisang barangan dan dapat mensupply bibit ke desa/dusun sekitarnya; 4) Kelembagaan petani yang mapan akan dapat meningkatkan posisi tawar pisang barangan; 5) Peran penyuluh sangat diharapkan untuk kesinambungan ketersediaan pisang barangan yang berkualitas; dan 6) BPTP Sumut membuka pintu selebar-lebarnya untuk teknologi pisang barangan dan komoditas pertanian lainnya serta diskusi dengan penyuluh maupun petani.

Mewakili Kadis Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Ir Maimuddin menyampaikan bahwa permintaan akan pisang barangan dari kab. Deli Serdang telah ada dari Swiss dan Inggris. Dari kunjungan ke Batam terakhir ini bahwa bahan baku cake pisang di Batam adalah dari pisang barangan. Pada umumnya yang diolah dijadikan tepung adalah pisang barangan yang grade nya tidak sesuai pasar konsumsi segar. Dinas Pertanian Deli Serdang juga menfasilitasi pemasaran setiap tahun yaitu dengan menyelenggarakan Pekan Pasar Petani dilaksanakan di ibukota kabupaten maupun provinsi.