JM Hot News - шаблон joomla Окна

Info Aktual

loading...

Inovasi Teknologi

loading...

Balitbangtan BPTP Sumut hadiri rapat evaluasi serapan gabah petani di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan

Provinsi Sumatera Utara.

Rapat dihadiri oleh seluruh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sumatera Utara, Bulog, Perwakilan BPTP Balitbangtan Sumatera Utara dan TNI (perwakilan Aster Kodam).

Untuk tahun 2019 Bulog memiliki Target 20.436 ton setara beras, sementara realisasi sampai dengan 22 Oktober 2019 sudah mencapai 17.470 ton setara beras (85%). Melihat dari capaian realisasi ini, Bulog optimis akan mampu memenuhi target secara keseluruhan.

Beberapa kendala yang dihadapi oleh Bulog dalam kegiatan serapan gabah ini antara lain: Pergerakan harga sepanjang tahun 2019 cukup tinggi. Harga pembelian untuk PSO sesuai Inpres maupun penambahan fleksibilitas harga (10%) masih tergolong cukup murah jika dibandingkan harga pasar, tidak terjadi panen serentak cukup besar, sehingga panen bersifat lumintu (sepanjang waktu), yang berakibat tidak terjadi penurunan harga yang cukup signifikan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen akibat harga turun (panen raya).

Beberapa strategi untuk mengatasi kondisi tersebut akan dilakukan beberapa aksi, antara lain: melalui Pengadaan yang menganut sistem "Buy To Sell" maka keberhasilan pencapaian target sangat tergantung dengan realisasi penyaluran BPNT dari beras komersial, Optimalisasi kerjasama dengan mitra kerja kilang padi untuk pemenuhan target pengadaan tahun 2019; penjajakan program On-Farm, kerjasama dengan petani lokal dengan bantuan Kodim wilayah sebagai alternatif hasil panen On-Farm sebagai sumber pengadaan; Jika memungkinkan, perlu dipetakan penjajakan kerjasama antar Kodim dalam hal optimalisasi pengadaan, dari Kodim dengan potensi produksi cukup tinggi ke Kodim dengan potensi produksi rendah; Dengan adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), diharapkan ada kerjasama dengan Kodim wilayah dalam hal koordinasi dan sosialisasi bersama terkait optimalisasi produksi lokal sebagai komoditas yang akan diperuntukkan untuk penjualan BPNT; Masih perlu adanya langkah strategi terkait mata rantai tengkulak yang masih jadi kendala utama penjualan hasil produksi petani ke Kodim/BULOG.