23July2018

Home Berita Info Teknologi Pertanian Teh Celup Daun Gambir Dari Pakpak Bharat

Teh Celup Daun Gambir Dari Pakpak Bharat

User Rating:  / 3
PoorBest 

Tanaman gambir (Uricaria gambir Roxb) merupakan tanaman perdu, yang termasuk famili Rubiaceae (kopi-kopian). Tanaman ini mempunyai banyak khasiat. Secara tradisional masyarakat Pakpak Bharat mengkonsumsi gambir sebagai ramuan makan sirih, obat sakit maag, obat sakit diare juga sebagai penambah stamina. Melalui industri farmasi  tanaman ini telah banyak diolah menjadi bahan obat-obatan, bahan kosmetik, penyamak kulit, zat pewarna industri tekstil, ramuan cat, pestisida nabati bahkan di Payakumbuh - Sumatera Barat dijadikan sebagai bahan untuk tinta pilkada . Di Pakpak Bharat juga mulai berkembang industri kecil menengah (IKM) pengolahan teh gambir. Berikut ini adalah tahapan pengolahan teh celup dari daun gambir yang diproduksi oleh IKM Maju Bersama, Desa Kutatinggi, Kec.Salak, Pakpak Bharat.

Tahapan proses pengolahan teh gambir :

  1. Pemanenan
  2. Pencucian
  3. Pengeringan
  4. Perajangan dan penggilingan
  5. Pengepakan
  6. Pemasaran
  7. Pemanenan

Tanaman gambir dengan pertumbuhan yang baik, pada umur 2 (dua) tahun sudah dapat dipetik daunnya. Daun yang paling baik untuk bahan teh adalah daun yang berwarna hijau tua, walaupun terkadang bercampur dengan daun muda, perbandingan antara daun tua dan muda diusahakan maksimal 2 : 1.

  1.  Pencucian

Pada tahap ini, daun gambir dimasukkan ke dalam bak pencucian berisi air bersih, diaduk dan di bolak-balik untuk membersihkan daun dari ranting, kotoran ataupun hama yang ada di kebun. Pencucian sebaiknya dilakukan minimal 2 (dua) kali agar lebih bersih.

      2.  Pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari atau membangun sebuah sungkup plastik yang tertutup. Pengeringan dalam sungkup, dapat menjamin waktu pengeringan  lebih cepat yaitu sekitar 3-4 hari dibandingkan pengeringan sinar matahari yang tidak menentu karena tergantung cuaca. Disamping itu, dengan adanya sungkup ini, petani juga tidak harus menjaga daun-daun teh dari hujan, serta hewan seperti anjing, kucing, ayam yang berkeliaran disekitarnya yang tentu dapat mengurangi higenitas dari bahan teh . Pengeringan juga lebih cepat karena suhu ruangan sungkup lebih panas dibanding suhu di luar ruangan. Setelah kering, kadar air daun teh berkisar  10 - 12%.

       3. Perajangan , Penggilingan dan Peracikan

Perajangan memakai mesin perajang. Kapasitas mesin perajang yang dimiliki IKM Maju Bersama dapat merajang 100 kg daun teh per hari. Selanjutnya dilakukan penggilingan (pembuatan tepung) dengan mesin penggiling. Kapasitas penggilingan mesin ini dapat menghaluskan 50 kg daun teh per hari. Pada tahap penggilingan ini, juga dapat ditambahkan kumis kuncing , pandan kapur, serai wangi, kulit manis atau bunga kantil untuk menambah khasiat, cita rasa serta aroma teh celup. Perbandingannya adalah untuk 10 Kg  gambir, ditambahkan 1 kg daun pandan atau 1 kg kumis kucing).

       4. Pengepakan

Setelah halus, bubuk teh daun gambir dimasukkan ke dalam kantung (sachet) teh sebanyak 2 gr per sachet. Dalam 1 kotak terdapat 25 sachet. Selanjutnya di pres dan siap untuk dipasarkan.

       5. Pemasaran

Produk teh gambir telah dipasarkan ke Sidikalang, Kabanjahe, Medan, Jakarta dan Kalimantan. Produksi per bulan adalah sekitar 3000 bungkus per bulan.

Sumber : Bapak Benar Bancin, Ketua IKM Maju Bersama, Desa Kutatinggi, Kec.Salak, Kab.Pakpak Bharat