Home Berita Info Aktual Pengamatan Perkembangan SUP Tumpangsari Pajale dan Largo Super di Kabupaten Deli Serdang

Pengamatan Perkembangan SUP Tumpangsari Pajale dan Largo Super di Kabupaten Deli Serdang

User Rating:  / 0
PoorBest 

Kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sedangkan luas lahan baku sawah terus menurun akibat terjadinya alih fungsi lahan. Potensi peningkatan produksi dilakukan pada lahan kering, namun kendala pada lahan kering adalah pengairan yang tergantung pada curah hujan.

Program UPSUS merupakan salah satu upaya untuk peningkatan produksi tanaman pangan padi, jagung dan kedelai (Pajale). Peningkatan produksi Pajale selain dengan penambahan Luas Tambah Tanam juga dapat dilakukan perbaikan teknologi budidaya dengan pengaturan jumlah populasi tanaman yang diharapkan terjadinya peningkatan produksi tanaman.

Tumpangsari padi gogo, jagung dan kedelai merupakan suatu bentuk pola tanam campuran (polyculture) antara tanaman padi gogo dan kedelai, pada satu areal lahan dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan dengan tidak mengurangi jumlah populasi masing-masing tanaman.

Melalui kegiatan SUP tumpamgsari dan Largo super di Kabupaten Deli Serdang, Kepala BPTP Balitbangtan Sumut, Dr. Khadijah EL Ramija beserta Penanggung Jawab Kegiatan, Ir. Musfal, melakukan pengamatan perkembangan pertanaman SUP tumpangsari pajale dan Largo super di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, saat ini pertanaman telah memasuki umur 45 HST rata jumlah anakan padi gogo maks mencapai 30-38 btg per rumpun, jagung sudah keluar bunga.

Keuntungan Tumpangsari yaitu mengurangi biaya pengolahan lahan dan pemiliharaan tanaman, tanaman kedelai dapat memanfaatkan residu pupuk dari padi gogo yang dilakukan 2-3 kali, bintil akar kedelai dapat meningkatkan kandungan Nitrogen dalam tanah sehingga dimanfaatkan oleh tanaman padi gogo atau jagung, dapat mengurangi serangan OPT dan mendapatkan hasil panen dua jenis tanaman kedelai dan padi gogo.