Home Berita Info Aktual SpektaHorti 2018, Benih Hortikultura untuk kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan

SpektaHorti 2018, Benih Hortikultura untuk kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan

User Rating:  / 0
PoorBest 

Berbekal semangat mewujudkan nawacita pemerintah dalam diseminasi inovasi teknologi di bidang pertanian, Puslitbang Hortikultura merangkul beberapa unit kerja, pusat penelitian dan pengembangan terkait, beserta swasta dalam kegiatan Spekta Horti 2018. Spekta Horti menjadi ajang terbesar menampilkan inovasi teknologi terbaru hortikultura tahun ini. Setidaknya ada delapan tema besar bakal ditampilkan pada gelar teknologi yang berlangsung di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Puslitbang Hortikultura dengan tujuan utama mengedukasi masyarakat mengenai inovasi teknologi pertanian. Tahun ini, Spekta Horti 2018 digelar pada tanggal 20 -23 September 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayur, Lembang, Bandung.

Keseruan acara dirasakan seluruh peserta ketika Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP  menyampaikan sambutannya.  Menurut Menteri Pertanian,   keberhasilan yang diraih saat ini merupakan impian dua tahun lalu, saat presiden memerintahkan untuk menyediakan bibit-bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas. Dan saat ini, produksi hortikultura telah diekspor  ke 11 negara.  "Potensi Indonesia sangat besar, dulu kita impor bawang putih, sekarang kita bisa ekspor, tanam bawang putih kita naik 500 persen" kata Pak Menteri.

Lebih lanjut Menteri Pertanian menyampaikan bahwa untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi saat ini yang bisa dilakukan ada 2 hal, yaitu ekspor dan investasi.  Amran meminta kepada jajarannya untuk melakukan percepatan untuk peningkatan ekspor.  "Ekspor kita saat ini sudah naik 24 persen, kita sudah kerja keras, lakukan gerakan massif untuk ekspor".  jelasnya.

Menteri Amran Sulaiman mengungkapkan keprihatinannya terhadap produk kita yang diekspor dalam bentuk mentah. Contoh kecil adalah biji coklat. "Kalau kita ke Singapura, jujur kita sedih. Segenggam biji coklat yang  terjual 1000 rupiah. Tapi di Luar Negeri, setelah diolah dan dikemas menjadi produk coklat dibeli oleh orang Indonesia dengan harga 19 ribu rupiah per biji. Hal ini menandakan Value Added pertanian ada di processing" jelas Amran.

Melalui acara ini, Menteri Pertanian  menyampaikan apresiasinya kepada para SDM pertanian baik yang ada di daerah maupun di pusat. "Kami bangga dengan seluruh teman-teman karena sudah mampu mengantar peningkatan ekspor pertanian" ungkap Amran dengan bersemangat. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan diantaranya Hortitek,  Launching Varietas, Horti Smart, Horti Expo dan Bazaar, Horti Awards, Horti Cooking Demo, Youth Hortipreneurship dan Horti Bizz.