Home Berita Info Aktual Kegiatan Tanam Perdana di Kabupaten Langkat

Kegiatan Tanam Perdana di Kabupaten Langkat

User Rating:  / 0
PoorBest 

Sebagai upaya percepatan tanam di Kabupaten Langkat, hari ini telah dilakukan gerakan serentak tanam padi Jajar Legowo (Jarwo) di Kelompok Tani Rahmat III, Dusun Slipit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Acara dihadiri Dinas TPH Provinsi Sumut, Kadis TP dan Perkebunan Kabupaten Langkat, BPTP Balitbangtan Sumut, Camat Stabat, Kodim 0203 Langkat beserta jajar BPTP Balitbangtan Sumut, LO, Penjab Upsus Kabupaten, tokoh masyarakat, PPL, Poktan dan petani.

Camat Stabat, Nuradi, S.Sos  menyampaikan selamat datang kepada para undangan yang hadir, beliau sangat senang karena pemerintah provinsi turut hadir, hal itu membuktikan bahwa  perhatian yang diberikan pemerintah provinsi sangat besar untuk petani di  Kabupaten Langkat.

Selanjutnya Kepala BPTP Balitbangtan Sumut yang diwakili oleh Peneli senior, Bapak Ir. Akmal, MSi mengatakan bahwa suatu teknologi yang dirancang merupakan teknologi spesifik lokasi,  seiiring waktu, teknologi Jajar legowo semakin berkembang dan terdapat beberapa jarak tanam dalam sistem tanam Jarwo yaitu, tipe 2:1, 4:1,  yang terbaru saat ini yaitu Jarwo milenium.

Selain pengaturan jarak tanam, penggunaan dan pergiliran varietas juga penting dilakukan guna memutus rantai hama penyakit pada tanaman. Varietas Inpari 30 yang ditanam hari ini  memiliki keunggulan tahan terhadap genangan, sesuai dengan jenis tanah di Desa Mangga jenis tanah bersifat seperti rawa, seharusnya bisa diperkenalkan juga varietas padi rawa Inpara, jelas Akmal.

Selanjutnya Kepala Dinas TP dan Perkebunan Kabupaten Langkat, Bapak Nasiruddin, SP mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan target tanam pada tahun 2018 ini sebesar 100.000 ha, acara tanam hari ini merupakan upaya kita bersama dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Walaupun sarana irigasi di Kabupaten Langkat hanya 23 % namun hal tersebut perlu dijadikan tantangan yang harus diupayakan, sehingga Kabupaten Langkat dapat mempertahankan swasembada pangan dan bertahan menjadi lumbung  pangan terbesar di  Provinsi Sumatera Utara.

Tanam hari ini dilakukan seluas 200 ha melibatkan 5 Poktan, salah satunya Poktan Rahmat III, menurut ketua Poktan, bahwa benih yang ditanam merupakan benih bantuan APBN, walaupun jenis irigasi masih sederhana, namun petani setempat sudah betanam 3 kali dalam setahun, IP 3.