Home Berita Info Aktual Pengamatan Pertanaman Kedelai pada kegiatan Model Penyediaan Benih Melalui Peningkatan Kemampuan Calon Penangkar

Pengamatan Pertanaman Kedelai pada kegiatan Model Penyediaan Benih Melalui Peningkatan Kemampuan Calon Penangkar

User Rating:  / 0
PoorBest 

Benih merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendapatkan produksi yang optimal, benih bermutu tidak hanya merupakan input dalam teknologi budidaya tanaman tetapi juga merupakan sarana pembawa teknologi baru.

Varietas unggul dan benih bermutu memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertanian juga mampu membawa perubahan teknologi peningkatan produksi.  Walaupun jumlah varietas unggul kedelai dewasa ini cukup banyak namun belum semuanya berkembang di tingkat petani.

Penyebab dari tidak jalannya perbenihan kedelai di Indonesia, salah satunya  disebabkan minat menjadi penangkar benih kedelai kurang memberikan prospek yang lebih baik dibandingkan komoditas padi, karena kurang memberikan keuntungan bagi penangkar.

Untuk itu perlu adanya cara-cara menumbuhkan minat penangkar benih melalui kelompok-kelompok tani pada sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia, dengan membangun sistem jalur benih sertifikasi antar lapang dan antar musim  (jabalsim).

Salah satu upaya menumbuhkan minat petani untuk menjadi penangkar kedelai yaitu melalui kegiatan Model Penyediaan Benih Untuk Pemenuhan Kebutuhan Wilayahnya Melalui Peningkatan Kemampuan Calon Penangkar Kedelai yang dilakukan BPTP Sumut di Kabupaten Langkat.

Kegiatan model penyediaan benih untuk pemenuhan kebutuhan wilayahnya melalui peningkatan kemampuan calon penangkar kedelai dilakukan di Kabupaten Langkat, kecamatan Stabat Desa Banyumas, tepatnya di Poktan Maju. Pada hari ini telah dilakukan pengamatan pertanaman kedelai yang dilakukan oleh Penanggung Jawab kegiatan Bapak Ir. Jonharnas bersama tim.

Dari hasil pengamatan di lapangan, pertumbuhan tanaman kedelai tampak baik, varietas yang ditanam yaitu Anjasmoro dengan luas sekitar 5 ha yang tersebar di dua desa, desa Banyumas seluas 4 ha dan Desa Mangga seluas 1 ha.

Ketua Poktan Maju, Bapak Buyamin mengatakan bahwa tanaman kedelai pertumbuhannya sangat baik, pemupukan telah dilakukan 1 kali dengan memberikan ponska 100 kg/ ha,  urea 50 kg/ha dan SP 100 kg/ha,  penyemprotan telah diberikan 2 kali dengan menggunakan prepaton. Beliau berharap curah hujan akan semakin tinggi sehingga tanaman cukup air dan pertumbuhan kedelai semakin baik hingga panen.