Home Berita Info Aktual Rapat Koordinasi Percepatan Pencapaian Target LTT di Kabupaten Simalungun

Rapat Koordinasi Percepatan Pencapaian Target LTT di Kabupaten Simalungun

User Rating:  / 0
PoorBest 

Bertempat di Makodim 0207/SML Pematang Raya 0207/Simalungun telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Rakor UPSUS Pajale) yang dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematang Siantar dan Simalungun yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Petugas SIMTP, LO BPTP Balitbangtan Sumatera Utara, Direktorat Serealia selaku Penanggung Jawab UPSUS Sumatera Utara dan Pusat Penelitian Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab Kabupaten.

Acara diawali dengan sambutan dari Dandim 0207/SML, Bapak Robinson Talupadang,  beliau menyampaikan bahwa Kodim 0207/SML melalui koramil-koramil bersama babinsa selalu siap mendukung program Kementerian Pertanian khususnya dalam pencapaian target LTT dan Serap Gabah (Sergab). Setiap hari seluruh Koramil selalu melaporkan aktivitas mereka di lapangan. Untuk itu beliau sangat berharap agar Dinas Pertanian dan jajarannya dapat selalu berkoordinasi dan bekerjasama untuk mensukseskan program-program dari Kementerian Pertanian.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Staf Direktorat Serealia, Bapak Indra Rochmadi, beliau menjelaskan pencapaian Target LTT Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar bulan Januari sampai dengan Maret,  realisasi Target LTT Kabupaten Simalugun untuk Bulan April telah mencapai sekitar 66,3 % dari target yaang ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan luas baku sawah Kabupaten Simalungun dari 34.470 ha menjadi 33.150  ha.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Simalungun Ibu Juli bahwa kendala yang dihadapi dalam pencapaian target LTT adalah salah satunya pengadaan benih padi gogo, dimana harga benih tinggi dan ketersediaan benih sulit didapat, selanjutnya staf Direktur Serelia menghimbau agar  Dinas Pertanian Kabupaten, Kodim dan pihak terkait lainnya dapat mendorong percepatan tanam bulan April dan Mei 2018 dan capaian angkat tanam tahun 2017 hendaknya menjadi  acuan minimal tanam untuk tahun 2018.