Home Berita Info Aktual Rapat Koordinasi Penjaringan Permasalahan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Di Sumatera Utara

Rapat Koordinasi Penjaringan Permasalahan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Di Sumatera Utara

User Rating:  / 0
PoorBest 

Pada tanggal 7 Februari 2018, BPTP Sumatera Utara melaksanakan Rapat Koordinasi "Penjaringan Permasalahan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Perkebunan di Sumatera Utara". Acara tersebut dihadiri oleh para stakeholder bidang pertanian, yaitu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Perkebunan  Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kepala Balitbang Daerah Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dewan Riset Daerah Provinsi Sumatera Utara, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara dan Dekan Fakultas Pertanian Unibersitas Sumatera Utara serta peneliti, penyuluh BPTP Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring permasalahan-permasalahan di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan sebagai bahan untuk penyusunan matrik kegiatan pengkajian inhouse BPTP Sumatera Utara TA 2019. Hal ini sesuai dengan mekanisme perencanaan yang tertuang dalam Permentan No. 44 Tahun 2011.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Kepala BPTP Balitbangtan Sumut sekaligus penyampaian highlight BPTP Sumatera Utara. Selanjutnya pemaparan permasalahan sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan di Sumatera Utara oleh Kepala Dinas terkait.

Beberapa hasil rumusan sementara dari hasil rakor antara lain : 1. Permasalahan benih yang belum tepat dalam hal waktu ketersediaan, jenis, dan jumlah yang dibutuhkan dan mutu; 2. Tingginya alih fungsi lahan terutama lahan sawah irigasi sehingga perlu ditingkatkan produtivitas lahan padi gogo dan lahan sawah tadah hujan; 3. Usia tenaga SDM Pertanian lebih dari 45 tahun dengan tingkat pendidikan SLTP, membuat rendahnya adopsi teknologi, perlu dilakukan penigkatan kapasitas SDM dan peluang penggunaan alsintan mengantisipasi minimnya tenaga kerja bidang pertanian; 4.Terbatasnya pengetahuan peternak sapi tentang penyediaan pakan ternak bermutu dan kesehatan ternak sapi; 6.Kelembagaan petani (poktan) pada umumnya masih lemah