Home Berita Info Aktual Bimbingan Teknis dan Workshop Penelitian dan Pengembangan Jarwo Super

Bimbingan Teknis dan Workshop Penelitian dan Pengembangan Jarwo Super

User Rating:  / 1
PoorBest 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan berbagai teknologi guna mewujudkan ketahanan pangan, khususnya program peningkatan produksi padi nasional. Teknologi tersebut antara lain varietas unggul baru (VUB), sistem  tanam Jajar Legowo, biodekomposer yang mampu  mempercepat pengomposan jerami, pupuk hayati dan pemupukan berimbang, pestisida hayati dan alat mesin pertanian. Berbagai komponen teknologi yang dihasilkan dirakit tersebut menjadi paket teknologi yang disebut “Teknologi Padi Jajar Legowo Super”.

Bimbingan Teknis dan Workshop penelitian dan pengembangan Jarwo Super dalam rangka analisis data kuisioner dan penyusunan laporan akhir kegiatan Jarwo super di 10 Provinsi diselenggarakan oleh Puslitbangtan tanggal 18 sd 20 Desember 2017 di Hotel Sahira Butik Bogor. Peserta berasal dari 10 BPTP yang melaksanakan kegiatan Jarwo super, salah satunya BPTP sumut.   

Workshop dibuka secara resmi oleh Tim Teknis Jarwo Super Puslitbangtan, Bapak Dr. Hasil Sembiring, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Jarwo super telah dilaksanakan di 10 BPTP  pelaksana Jarwo super, rangkaian kegiatan yang telah dilakukan antara lain; Koordinasi, Bimtek dan distribusi saprodi, penandatangan MOU dengan PT Pertani, Pendampingan dan pengawalan kegiatan jarwo super di lapangan, Monev dan pelaporan.  Terkait analisis data hasil produksi kegiatan Jarwo super di 10 Provinsi, Tim teknis Jarwo super Puslitbangtan menyampaikan seluruh kuisioner Jarwo super yang telah disebar dan diisi oleh petani Jarwo super dapat ditabulasi dan dianalisis oleh 10 BPTP pelaksana Jarwo super, analisis tersebut akan dipresentasikan oleh masing-masing Penjab kegiatan dan akan menjadi rumusan akhir oleh Tim Teknis Puslitbangtan.

 Berdasarkan hasil analisis data kuisioner Jarwo super 10 Provinsi dapat dirumuskan antara lain ;

  1. Teknologi budidaya padi jarwo super dapat meningkatkan provitas hingga 1,3 ton/ha di luar Jawa dan 0,3 t/ha di luar Jawa.
  2. Efisiensi pupuk Urea dan NPK pada penerapan JS mencapai berturut-turut 32 dan 27 kg GKG/kg pupuk; 25 dan 22 kg GKG/kg pupuk pada Non JS, atau meningkat masing-masing 28% dan 23%.
  3. Hasil panen JS yang termanfaatkan menjadi benih sebanyak 13.000 ton mencukupi kebutuhan benih untuk pengembangan di lebih dari 500.000 ha luasan.