Home Berita Info Aktual On-The-Job-Training Evaluasi Kualitas Data, Mengolah Data Menggunakan Crop Modeling, Interpretasi Data, dan Penulisan Ilmiah di University of Nebraska-Lincoln, USA

On-The-Job-Training Evaluasi Kualitas Data, Mengolah Data Menggunakan Crop Modeling, Interpretasi Data, dan Penulisan Ilmiah di University of Nebraska-Lincoln, USA

User Rating:  / 0
PoorBest 

Indonesia sebagai negara yang memiliki  jumlah penduduk terpadat keempat di dunia (UN DESA, 2016), penghasil  beras  ketiga (GRiSP, 2013),  dan produsen jagung dunia kelima (Kementerian Pertanian, 2015). Namun  masih memiliki tantangan dalam  mempertahankan swasembada padi yang telah dicapai tahun 2015 dan tujuan export tahun 2017. Adapun tantangan yang dihadapi yakni konversi lahan pertanian untuk penggunaan perumahan dan industri, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk (sekitar 1,3% per tahun), dan perluasan lahan pertanian untuk komoditas lain.

Untuk menjawab tatangan tersebut Badan Litbang Pertanian (Badan Litbang Pertanian) melakukan kerjasama dengan Universitas Nebraska di Lincoln (UNL), AS, dengan tujuan untuk menentukan kesenjangan hasil padi dan jagung di Indonesia (T.A. 2017) dan untuk mengidentifikasi penyebab gap hasil yang menghambat tercapainya swasembada dan ekspor yang merupakan tujuan dari Kementerian Pertanian (T.A. 2018).

Untuk itu, Balitbangtan menugaskan empat peneliti yakni Dr. Setia Sari Girsang (BPTP Sumatera Utara); Nurwulan Agustiani (BB Padi); Dwi Kuncoro Ganef Purwantomo (BBSDLP); serta Vina Eka Aristya (BPTP Jawa Tengah) untuk mengikuti on job training di Department of Agronomy and Horticulture, University of Nebraska-Lincoln, USA selama 26 hari dengan bimbingan Dr. Patricio Grassini.

Adapun output yang harus dicapai keempat peserta tersebut adalah presentase tentang “can crop intensification help Indonesia meet both food and environmental goals?” yang disampaikan oleh Nurwulan Agustiani; pembuatan website GYGA Indonesia oleh Setia Sari Girsang (http://www.yieldgap.org/indonesia; penulisan paper 1 dengan judul “evaluating two crops models for simulating rice and maize yield potential in the tropical environment of Indonesia” oleh Nurwulan Agustiani; proposal tahun 2018 dengan judul “GYGA-Indonesia: a survey to identify causes for yield gaps” oleh Vina Eka Aristya; serta paper 2 dengan judul yields gaps of maize and rice in the diverse cropping systems of Indonesia oleh Dwi Kuntjoro G. Purwantomo; serta kunjungan lapangan, diskusi dengan penyuluh dan peneliti yang sedang melaksanakan program Doktor tentang pertanian jagung dan kedelai di UNL.

Hal yang diperoleh dan dapat diaplikasikan di Sumatera Utara yaitu grain yield gap atlas (GYGA) Indonesia untuk komoditi padi dan jagung dapat digunakan sebagai dasar pemangku kebijakan dalam penetapan target produksi disetiap area sesuai dengan jenis tanah dan iklim. Adopsi teknologi mekanisasi di Nebraska dengan syarat mekanisasi berukuran kecil karena rata-rata kepemilikan lahan pertanian di Indonesia< 0.25 ha. Perbaikan manajemen laboratorium dengan mempersingkat masa analisa tanah dan tanaman setelah penyerahan sampel dengan penambahan alat pengering tanah dan grinder (± 3 hari). Penelitian tentang pemupukan N pada tanaman kedelai dengan membandingkan 0 N dan 860 kg N/ha di empat lahan petani. Perbedaan hasil dari kedua treatment hanya sebanyak 30% sehingga dia menyimpulkan untuk menghasilkan target produksi 3 t/ha tidak membutuhkan pupuk N, tetapi cukup dari N tanah, air, dan tertinggi dari fiksasi N asalkan rhizobium sudah tumbuh baik di area pertanaman kedelai melalui seed treatment, pH netral, serta kandungan hara P dan K tersedia. Berkaitan dengan hal tersebut disarankan pada program Kementan dalam swasembada kedelai tahun 2018 sebaiknya bantuan pupuk N yang diberikan ke petani dialihkan ke alat pengeringan dan penyimpanan kedelai serta jaminan harga sehingga petani diharapkan mampu mencapai target hasil 3 ton/ha. Pemerintah juga diharapkan menutup jalur import kedelai yang merupakan sumber pembuatan tahu, tempe, susu kedelai di Indonesia. Validasi soybean model simulasi di Indonesia untuk menjawab potensi produksi, kesenjangan hasil, dan solusi peningkatan produksi kedelai untuk mendukung program pemerintah dalam swasembada kedelai dan eksport. Pelatihan penulisan ilmiah, koleksi data, analisa data dan pemodelan tanaman pangan, serta interpretasi data sangat dibutuhkan untuk peneliti pertama sampai muda dengan kerjasama Badan Litbang dan UNL dalam menghasilkan peneliti-peneliti yang berkualitas di tingkat Internasional.