Berita

Category: Berita

User Rating:  / 1

Panen dan Temu Lapang VUB Padi Sawah di Deli Serdang

Panen dan Temu Lapang  VUB Padi Sawah di Deli Serdang

Deli Serdang Sumatera Utara – Panen dan Temu Lapang VUB Padi Sawah dengan Sistem Jajar Legowo 2 : 1 telah dilaksanakan di Desa Sumber Rejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang pada 26 Januari 2016.  Acara ini merupakan bagian dari Kegiatan Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP) tahun anggaran 2015.  Hadir dalam acara tersebut selain Kepala BPTP Sumut adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang dan Kepala Kantor Statistik Kabupaten Deli Serdang serta Komandan Kodim Lubuk Pakam dan perwakilan beberapa kelompok tani se Kecamatan Pagar Merbau.   Sebelum acara panen secara simbolis dilakukan, Kantor Statistik yang menurunkan beberapa staf melakukan ubinan langsung di 3 titik hamparan padi hasil pengkajian.  Dari hasil ubinan tersebut diperoleh data produktivitas padi Varietas Mekongga mencapai 7,52 t GKP/ha sedangkan  Varietas INPARI 18 mencapai 8,5 t GKP/ha. 

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian (Ir. Syamsul Bahri, MA) mengucapkan terima kasih kepada BPTP Sumut yang telah menempatkan beberapa unit pengkajian di Kabupaten Deli Serdang sebagai bahan percontohan sekaligus sarana pembelajaran bagi kelompok tani sehingga dapat mempercepat proses adopsi teknologi. Kepada kelompok tani kepala dinas mengharapkan agar semua fasilitas yang sudah diberikan oleh BPTP Sumut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat peningkatan produksi di kabupaten ini.

Sementara itu Kepala BPTP Sumut (Dr. Catur Hermanto, MP) mengharapkan beberapa bantuan dan teknologi yang telah diberikan dan diterapkan agar didiskusikan,  mana yang bagus diteruskan tetapi mana yang tidak bagus ditinggalkan. Demikian juga perhitungan ekonominya seperti  berapa biaya yang sudah dikeluarkan serta berapa keuntungan yang diperoleh, mana yang menguntungkan tentu harus dilanjutkan.  

Dari beberapa bantuan yang telah diberikan oleh BPTP Sumut kepada Kelompok tani “Dirgantara” seperti : Indojarwo Transplanter, Power Weeder, Mesin pencacah makanan ternak serta Mini Combine Harvester telah diujicobakan di lapangan pada MT yang lalu, hanya saja Mini Combine Harvester dirasakan kurang efisien karena hasil panen kurang bersih, daun-daun malai dan gabah hampa masih banyak bercampur.  Hal ini tentu akan menurunkan harga jual gabah, demikian umpan balik yang disampaikan oleh kelompok tani pada acara tersebut. Selain itu ketua kelompok tani juga mengusulkan agar jarak antar tanaman dalam barisan dengan sistem legowo diperbolehkan tidak terlalu rapat (10 cm) tetapi menjadi 15 cm. Untuk hal ini tim peneliti dan penyuluh BPTP akan membuat pertemuan khusus dengan kelompok tani membahas secara mendalam keuntungan dan kerugian sistem jajar legowo sebagai komponen dasar dari PTT.  (SS/2016)

  • Written by administrator
  • Hits: 1636

Subcategories